" Is, kamu gila ya ? Gak punya otak ? Gak punya perasaan ? " Ito menyemburkan emosinya begiti mereka bertiga masuk ke ruang atas , " Rika temenmu ... Miftah temenmu ... kenapa mesti ngambil jalan seperti ini sih ? Kalian baik baik juga gak ada yang melarang. "
Dewi menatap Iskandar lalu menggeleng , " Aku kecewa sama kamu, Is ... aku selalu berpikir seslebor apapun kamu, kamu bukan orang yang ceroboh. "
" Sorry. "
" Apa, Sorry ? Cuma sorry ... apa kamu pikir itu cukup ?" teriak Ito.
" Kak Ito cukup !" bentak Sisy dengan suara tertahan " Gak usah teriak seperti itu, dibawah masih banyak orang. "
" Apa masih biaa disembunyikan , Sy ?" Iyo mengurangi volume suaranya."
" Kalaupun gak bisa, bukan berarti dijadikan pengumuman. " tandasnya.
" Kamu gak mikir bagaimana nanti kalau Miftah tah