Tiba-tiba saja Gamal masuk ke dalam tenda dengan wajah kesal. Ia mengempaskan tubuhnya di antara Bumi dan Chang yang sedang menikmati istirahatnya.
"Aku membawa materi seberat ini sendirian. Sementara Andrew malah asyik meneliti kumbang gurun yang ditemukan Liz," gerutunya.
Bumi dan Chang berpandangan.
Lelaki penduduk asli Mesir itu kemudian tersenyum sinis. "Mereka kira kumbang hitam itu keturunan kumbang Scarab dari zaman Firaun."
Kali ini Chang tidak bisa menahan diri untuk tidak berkomentar. "Kalau Liz yang mengajakmu meneliti kumbang itu, pasti pandanganmu tentang kumbang itu akan berbeda."
Gamal mendengkus. Sebetulnya posisi dia lebih dekat dengan Liz tadi, tetapi gadis itu malah memanggil Andrew untuk melihat kumbang yang tidak sengaja ditemukan gadis itu di dekat area penggalian. Harga dirinya terusik.
"Kamu lebih mirip orang yang sedang cemburu daripada kesal karena tidak dibantu Andrew," goda Chang lagi.
Bumi menyikut Chang, memberi isyarat untuk diam. Bukan rahasia kalau di antara Andrew dan Gamal terlibat persaingan merebut hati Liz, satu-satunya perempuan yang tergabung dalam tim arkeolog pimpinan professor Yahya.
Dengan postur tinggi semampai dan wajah mirip Gigi Hadid siapapun pasti terpesona melihat gadis asal Amerika tersebut.
Gamal sudah berniat mendebat Chang. Namun, tiba-tiba Ia menerpa lelaki berkaca mata asal Taiwan itu.
"Kena!"
Seekor kumbang berukuran cukup besar berada di tangannya.
Chang merinding melihat kumbang itu. Ia memang phobia melihat hewan arthropoda.
"Kumbang ini tadi kulihat merayap di pundakmu, sorry kalau aku menerpamu tadi untuk menangkapnya. Ini kumbang pembunuh alias assassin bug.gigitannya menyebabkan luka yang cukup parah dan racunnya merusak jaringan kulit."
"Thanks," ucap Chang singkat, suaranya sedikit bergetar.
Gamal mengangguk. "Kumbang ini berbeda jenisnya dengan kumbang yang ditemukan oleh Liz tadi, Liz menemukan kumbang scarab."
"Kumbang scarab?" tanya Bumi penasaran.
Gamal mengangguk. Ia kemudian menceritakan penemuan kumbang itu saat Liz sedang meneliti lubang yang tidak sengaja ditemukan di area penggalian.
"Jadi mitos itu benar," gumam Chang seolah pada dirinya sendiri.
Bumi memandang Gamal. "Di mana kalian menemukan lubang itu?"
"Tidak begitu jauh dari tempat kalian meneliti tadi. Awalnya Liz tidak sengaja terperosok. ke dalam parit. Nah di sana dia melihat kumbang itu keluar dari lubang."
Gamal menghentikan ceritanya sejenak. Kemudian ia melanjutkan.
"Kumbang scarab atau kumbang kotoran selalu menggulung bola kotoran mereka dari Timur ke Barat dan terbang hanya pada siang hari. Orang Mesir yang penuh perhatian melihat dalam hubungan ini perjalanan matahari yang seolah bergerak dari Timur ke Barat dan menghilang di balik cakrawala, sehingga esoknya akan muncul lagi di Timur.
Karena hal itulah kumbang kotoran ini dianggap sebagai perwujudan Dewa Khepri, dewa matahari dalam kepercayaan bangsa Mesir kuno."
Bumi memandang Gamal kagum, sebagai orang Indonesia ia hanya mengenal kumbang kotoran ini sebagai pembuat pupuk.
"Gamal, tadi material apa yang kamu bawa, kelihatannya cukup berat?"
"Oh, Iya. Hampir lupa, coba tebak ini patung apa?"
Bumi dan Chang menatap batu bulat berukuran cukup besar itu.
"Ini, seperti kumbang scarab berukuran raksasa!" Chang berseru kagum. Gamal mengangguk.
"Betul, hanya saja lebih kecil dari penemuan sebelumnya yang sekarang dipamerkan di Nekropolis Saqqara."
Tiba-tiba Liz masuk tenda dengan langkah tergesa, disusul Andrew di belakangnya. Wajah keduanya memancarkan semangat.
"Teman-teman, aku menemukan seekor kumbang, ternyata ia hanya salah satu dari puluhan kumbang yang aku temukan. Mereka berbaris menuju suatu tempat. Bisa saja menuju salah satu makam misterius yang sedang kita Cari!"