Sebelumnya sekolah mereka sudah memutuskan bahwa ulang tahun Sekolah akan diarayakan dengan skala besar. Mereka memutuskan untuk menggelar pertandingan olahraga baik tingkat SMA maupun tingkat SMP. Tentu saja yang mengurus pertandingan SMP adalah Akina dan SMA adalah Rai, setelah mereka selesai rapat study tour, para OSIS SMP kembali kesekolah mereka dan mengadakan rapat di ruang OSIS. Semuanya berjalan dengan lancar, setelah mereka memutuskan pertandingan apa saja yang akan dilombakan, Akhina memilih kepanitian acara tersebut. Setelah itu mereka kembali kekelas masing-masing dan belajar seperti yang lainnya. Besok adalah hari sabtu, sekolah mereka menetapkan sisten full day school jadi hari sabtu dan minggu mereka libur. Saat malam sabtu semua pengurus inti OSIS SMP berkumpu disekolah pada jam 7 malam.
Akhina mengumpulkan para pengurus inti OSIS untuk mulai membuat perlengkapan, mulai dari poster, susunan acara, hingga rancagan kegiatan yang akan dilakukan, setelah mereka selesai membuat rancangan kegiatan Akhina dan bendahara untuk membuat RAP ( Rancangan Anggaran Pembelanjaan ) untuk kegiatan ulang tahun tersebut. Saking malamnya mereka pulang, mereka memutuskan untuk menginap di ruang OSIS, Besok paginya baru mereka pulang. Akhina dan para pengurus inti OSIS setelah sampai dirumah mereka hanya bisa mandi dan sarapan setelah itu mereka pergi kembali kesekolah, karena Akhina mengintruksikan bahwa para pengurus OSIS akan memulai pekerjaannya hari ini.
Keluarga Akhina sedang berkumpul untuk sarapan bersama.
"Akhina sebaiknya kau istirahat dulu hari ini, seminggu ini kau bahkan melewatkan makan malam mu hanya untuk merencanakan ulang tahun sekolah, tante takut kau akan jatuh sakit"
"Jangan khawatir Bi, aku baik-baik saja. Itu sudah menjadi resiko untuk ku, yang memilih menjadi ketua OSIS." kemudian Akhina bangun dari kursinya karna telah menyelesaikan sarapanya. Pamanya ingin mengantarnya tetapi akhina menolak karena ada tempat yang harus dia kujungi. Saat Akhina sedang memasang sepatu kets putihnya, tantenya datang menghampirinya lalu memasukan kotak nasi
"Jangan lupa untuk makan siang, tante sudah membuat makanan kesukaanmu "
Akhina pun tersenyum dan memuluk tantenya itu
"Terima kasih tante, aku berangkat dulu."
Sebelum kesekolah Akina mampir dulu ke toko Roti Alda dan membeli lumayan banyak Roti disana, kemudian dia membeli beberapa dus air mineral. Karena tidak mungkin membawa air itu sendiri Akhina akhirnya memutuskan untuk menelpon pamanya untuk membawakan air minum tersebut dengan mobil pamannya, tapi sebelum dia menekan tombol panggilnya ada seseorang yang menyapanya.
"Hai, kau Akina kan? Ketua OSIS SMP Seiko, Kau sendirian?" sapa kak Rangga
"Iya benar kak. " Rangga hanya mengangguk
"Kau mebeli air sebanyak ini untuk apa ? "
"Ooh, itu Untuk para pengurus OSIS yang lain, mereka sedang menyiapkan acara hut sekolah "
"Kau bawa kendaraan ?" Akhina menggeleng
"Mau ku bantu, kebetulan aku sedang membawa mobil " sambil tersenyum, Akina pun menerima niat baik dari Rangga.
Saat di mobil Akina berterimakasih pada rangga
"Tidak perlu berterimkasih, kebetulan aku sedang bawa mobil, kau benar-benar patuh pada aturan ya, di zaman sekarang sudah banyak siswa yang seumuran dengamu naik sepedah motor. "
"Mungkin karna didikan orang tua yang sudah keras dari kecil sampai terbawa sampai kesini "
"Memangnya orang tua mu seperti apa ?" Akhina sekarang mulai berhati-hati
"Orang yang tegas melebihi pamanku, dia tidak suka dibantah "
"Sepertinya sangat menyeramkan " Akhina tersenyum
"Kakak sendiri sebenarnya mau kemana?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan.
"Yah berhubung hari ini libur aku ingin pergi ke lapangan sekolah untuk berlatih basket mandiri"
"Oh begitu ya," setelah itu mereka sampai, Rangga pun pergi setelah menurunkan air minum dan berterimakasih padanya.
Di lapangan basket SMA Seiko, terlihat dua orang sedang one on one, mereka adalah Rangga dan Rai, pertarungan mereka memang sengit. Dan akhirnya pertarungan itu di menangkan oleh Rai, saat istirahat Rangga memikirkan tentang ucapan Akhina
"Sampai kesini?? Ha " kemudia Rangga tersenyum
"Apa yang kau pikirkan ? " tanya Rai yang menyadari ada yang aneh dengan sahabatnya.
"Apa yang membuatmu sampai datang kesini Rai? Bukankah seharusnya kau sekolah di Amerika ? "
"Itu hanya sebuah kebetulan, dulunya ibuku tinggal di sini, banyak hal yang terjadi sampai akhirnya kakek dan nenek ku menetap dan menjadi WNI. Karena ada beberapa urusan akhirnya aku di pindahkan ke Indoesia, kenapa kau tiba-tiba bertanya ?" Rangga pun menggeleng, lalu dia pun melanjutkan perkataannnya
"Bukankah kau menyuruhku untuk menyelidiki Akina ?" Rai menggangguk
"Tadi pagi aku bertemu dengannya di minimarket, melihat dia begitu banyak membeli air minum, akhirnya aku membantunya membawakan air minum kesekolahnya, kurasa dia tidak hanya omong besar, tapi dia benar-benar bekerja keras dalam ke pengurusan OSIS wajar saja ia marah saat kau mengatakan hal yang memberatkan tim OSIS nya "
"Lalu apa perduliku ?"
"Hentikan perang balas dendam mu, bagaimapun dia hanya berada satu tingkat dibawahmu, saat kita naik kekelas 2 dia akan naik kekelas 1 SMA, kemungkinan besar dia akan menjadi ketua OSIS selanjutnya"
"Hahaha, jangan bercanda, aku tidak mungkin kalah dari orang seperti dia"
"Dia orang baik-baik, sebaiknya kau berhati-hati jika tidak ingin kena karma"
"Memangnya karma seperti apa yang akan aku dapatkan ?"
"Mungkin suatu hari kau akan jatuh cinta padanya "
"Itu hal yang tidak mungkin, hati'ku hanya miliknya seorang "
"Kau bahkan tidak tau namanya hanya bertemu dengannya beberapa kali"
"Aku tidak tau mengapa setelah tidak sengaja bertemu dengannya aku langsung terkunci di dalamnya dan tidak pernah melirik gadis lain setelah itu "
"Kurasa kau sudah benar-benar gila karna gadis itu"
"Kau benar, aku muak menjadi orang gila yang menunggu seseorang yang bodohnya meninggalkan'ku pergi. " Rai mengepalkan tangannya dengan kuat
"Yah mau bagaimana lagi, bagaimanapun juga gadis itu membawa pengaruh untukmu."
"Sudahlah, mari kita lanjutkan bermain"
setelah mereka bekerja kurang lebih 3 jam, Akhina menyuruh para anggotanya untuk beristirahat, dengan meminum air dan roti yang Akhina beli sebelum ia kesekolah. Sambil memakan rotinya mereka bercanda. Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka dan selesai pada pukul satu siang. Dari awal Akhina memang menyuruh mereka untuk membawa bekal karena sudah memperkirakan pekerjaan mereka akan selesai pada siang hari.
Setelah mereka makan siang bersama Akhina mengumpulkan mereka di salah satu kelas, untuk mengadakan rapat.
"Pekerjaan yang berat sudah selesai kita laksanakan, besok kita lanjutkan untuk mendekor lapangan, dan mepersiapkan bagian masing-masing. " semua orang mengiyakan perkataan Akhina.
"Sebelum kita kembali kerumah masing-masing, apakahh ada yang ingin kalian tanyakan??" salah satu anggota OSIS pun mengangkat tangan
"Jam berapa besok kita harus datang ?? "
"Untuk teknis besok akan ku serahkan pada Dirga, selaku Wakil Ketua OSIS, karena aku akan pergi besok "
"Besok kita kesini pukul 10 pagi, tidak ada yang terlambat " kata Dirga
"Baiklah kita akkhiri rapat hari ini, sekian terimakasih" sambung Akhina
Setelah sampai di rumah Akina bertanya pada pembantu disana,
"Bi, kemana yang lain ?? "
"Tuan ada perjalanan dinas, nyonya ikut menemaninya sekalian menjenguk nona Dela ""
"Mereka pergi ke prancis ?? "
"Iya benar, mereka pergi selama satu minggu. "
"Baiklah kalau begitu bi "
"Nona tidak makan dulu ?"
"Nanti saja bi, badan ku sudah lengket semua "
"Baiklah kalau begitu non" Akina pun tersenyum.
Setelah selesai mandi ia pun makan dan membuka laptopnya. Dan kemudia dia mengecek emailnya, karena dia tahu bahwa, David akan mengiriminya laporan. David adalah sekretaris umum OSIS. Sebelum dia membuka emailnya, handphonenya berbunyi. Dan disana tertera nama " kak Dela "
"Halo kak"
"Halo Akina, kenapa kau tidak ikut bersama ayah dan ibu aku sangat rindu padamu "
"Maaf kak aku belum bisa bertemu denganmu, karena kami sedang mempersiapkan ultah sekolah, aku akan menjengukmu saat libur semester nanti aku janji "
"Baiklah aku tunggu kau disini, tapi dek apa kau kenal Rai hideo ?"
"Yah begitulah aku memang ada sedikit urusan dengannya, tapi kenapa kau bertanya ?"
"Dia menanyakan mu, dulunya saat aku masih menjadi wakil ketua OSIS SMA, dia dengan koneksinnya memaksa masuk ke pengurusan OSIS SMP, saat itu kau masih di jepang, jujur saja dia sangat merepotkan rencana OSIS yang telah kami rencanakan dengan matang malah gagal karena dia tidak setuju, karna kau sekarang adalah ketua OSIS sebaiknya jangan terlalu berurusan dengan dia "
"Iya, akan ku ingat saran kakak "
"Tetap semangat Akina " kemudian mereka pun berhenti berbicara di telpon. Setelah itu Akina membuka email dari David yang berisis seluruh hasil rapat, mulai dari rancangan acara, daftar panitia masing-masing, hinggan rancangan anggaran, yang harus ia periksa ulang sebelum ia berikan kepada pembina OSIS besok serta rapat pimpinan OSIS.
Ke-esokan harinya Akina pergi ke SMA Seiko untuk menghadiri rapat. Saat di jalan ia bertemu dengan Rangga.
"Siang kak," sapa Akhina ramah dengan senyumnya
"Siang, kau akan menghadiri rapat?? " Akhina menggaguk,
"Mari ku untar " senyum Rangga dengan ramah. Akhina pun mengikuti nya.
"Kak Rangga mengapa disini?? Bukankah hanya ketos yang ikut rapat "
"Aku hanya mengantarkan berkas Rai yang tertingga di ruang OSIS, dia memang begitu selalu ceroboh. "
"Seharusnya kakak saja yang jadi Ketos, kalau sikapnya seperti itu dia tidak cocok menjadi ketua OSIS. "
"Kau belum tau saja dia, dia adalah orang yang jenius yang bisa memimpin dengan baik. Banyak orang mengira dia jadi ketua OSIS karena koneksi, padahal dia dipilih karena dia memang hebat dalam memipin "
"Begitukah ?? Sepertinya kau teralu melebih-lebihkan dia hanya karena dia adalah teman kakak "
"Itu sih terserah kamu mau percaya atau tidak, baiklah kau tinggal masuk saja disini akan dimulai rapatnya "
"Terimakasih kak sudah mengantar ku "
"Sama-sama jika butuh sesuatu silakan saja hubungi aku. " Setelah itu Akina memasuki ruang OSIS itu hanya ada Rai yang sedang membaca laporan. Rai hanya melirik Akina sekilas. Lalu kembali membaca laporannya.
"Kau tidak pantas menceramahi ku tentang kerja keras, kalau kau saja tidak tepat waktu "
"Maaf ya PAK, kau bukan bos atau pun atasanku jadi kau tak perlu mengingatkanku "
"Heh, seharusnya kau itu menurut karna aku ini seniormu "
"Kau belum jadi seniorku "
"Terserah kau saja, asal kau tau aku akan jadi ketua OSIS lagi saat kau masuk SMA taun depan "
"Ya ya ya, aku tidak perduli "
Di lain tempat ketika, Rangga sedang menuju keruang OSIS dia bertemu dengan guru pembimbing OSIS SMA,
"Rangga, apa Rai dan Akina ada di ruang OSIS ??"
"Iya, kenapa bu ?"
"Bisa kau suruh mereka pulang saja, rapat hari ini di batalkan, anak ibu sedang masuk rumah sakit, sedangkan gurunya Akina sedang keluar kota karena ada kerabatnya yang menikah "
"Baik Bu, akan aku sampaikan "
"Terimakasih yang Rangga, kalau begitu ibu pergi dulu "
'Sepertinya aku harus cepat jika aku tidak mau ruang OSIS hancur '
Saat Rangga sampai di depan pintu Ruang OSIS, dia terkejut bahwa ruang itu sepi dan sunyi, saat ia mengintip lewat jendela dia melihat mereka sedang bermain catur. Rangga pun memutuskan untuk tidak mengganggu mereka, Rangga yakin bahwa yang menantang duluan adalah Akina, karena ingin membutikan perkataan Rangga, walaupun Rai tidak akur dengan Akina tapi setidaknya Rai bukan lah orang yang suka cari gara-gara. Rangga pun memutuskan menunggu mereka diluar sambil bermain hp.
" SKAT MAT " setelah menunggu selama 2 jam akhirnya pertandingan dimenangkan oleh Rai. Setelah mendengar itu Rangga berdiri dan membuka pintunya.
"Aku dapat informasi bahwa rapat hari ini dibatalkan, kalian silahkan kirim laporannya ke guru pembina OSIS masing-masing, sekian terimakasih " Akina langsung pergi ke SMP untuk membantu para anggotanya. Akina masih tidak percaya bahwa dia dikalahkan oleh Rai, bagaimanapun juga Akhina memiliki IQ yang tinggi, IQ nya mencapai 188. Setelahh seminggu berlalu sejak rapat yang ditunda HUT sekolah pun dilaksanakan. Semuanya berjalan dengan lancar.
Beberapa bulan kemudian
Study tour pun akhirnya tiba, mereka berangkat menggunakan bis, saat akan menaiki bus Akina disuruh mengambil berkas-berkas di ruang kepala sekolah, alhasil dia pun tidak kebagian tempat duduk, hanya ada satu tempat duduk yaitu disebelah Rai, entah mengapa tidak ada orang yang mau duduk disebelahnya. Akhirnya Akina pun menanyakan seluruh siswa untuk tukaran bangku dengannya tapi tidak ada yang mau. Akhirnya Akina pun terpaksa duduk disebelahnya. Saat Akina duduk di bangku sebelah Rai, Rai pun menoleh dan menatapnya dingin
"Aku duduk di sini karena tidak ada tempat lain, lagi pula kau itu harusnya bersyukur aku mau duduk sebangku denganmu"
"Tempat itu buat Rangga " Akina pun terkejut lalu langsung berdiri
"Kenapa kau berdiri? Bisnya sudah mau jalan"
"Tadi kau bilang itu tempat Rangga, aku tidak mau mengambil hak orang lain"
"Sudah duduk saja, lagi pula tidak ada tempat lain juga"
"Tapi tetap saja, ini kursi punya Rangga, Rangga mau duduk dimana?"
"Rangga tidak ikut, dia sedang pergi ke Bali, kakaknya sedang menikah"
"Oh ya sudah" Akina kemudian duduk, langsung memasang headphonenya dan segera menutup matanya. Lalu bis pun melaju dengan kecepatan biasa. Rai pun mengikuti Akina untuk tertidur. Setelah lama perjalanan mereka sampai di tempat makan yang sudah dibooking oleh panitia. Kemudian mereka pun turun kecuali Akina, Rai pun membangunkan Akina karena menghalangi jalan keluarnya.
"Heh bangun kau menghalangi jalan keluarku" sambil menyiramkan hand sanitizernya ke wajah Akina
"Iissshhh, kau apa-apa'an sih, santai aja napa"
"Cepat minggir, kau itu menghalangi jalan ku, aku mau makan "
Merasa memang dia yang salah akhirnya pun Akina berdiri dan langsung pergi ke restoran yang sudah disiapkan dan meninggalkan Rai. Setelah itu Akina segera menghabiskan makanannya dan langsung kembali ke bis dan duduk di tempat Rai dan kembali tidur. Saat Rai masuk kedalam bis dia kesal karna Akina seenaknya saja duduk di tempatnya
"Hey minggir sana, itu tempat duduk ku "
"Biar aku saja disini aku sangat mengantuk, aku ingin menyender ke jendela"
"Aku tidak peduli, itu tempt......."
"Aku tidak mau kau bangunkanku lagi hanya dengan alasan minggir kau menghalangi jalanku " kata Akina sambil menirukan suara Rai. Rai yang dalam hati membenarkan perkataan Akina, ia pun akhirnya duduk di kursi Akina. Ketika malam hari Akhina terbangun pada jam 2 pagi, Akhina memang punya kebiasaan bangun tengah malam dan belajar pada jam seperti itu. Tapi ketika dia terbangun ia melihat Rai sedang melihat ke arahnya.
"Apa aku membangunkan mu ?"
"Tidak, aku memang terbiasa bangun pada jam segini "
"Aku baru sadar, mukamu seperti familiar untukku "
"Setiap laki-laki yang bertemu denganku selalu mengatakan hal yang sama padaku "
"Kau benar-benar mirip dengan seseorang yang ku kenal, aku baru menyadarinya karena perbedaan usia kalian "
"Heh kau mau mengatakan wajahku seperti sudah tua "
"Kau ini ya, selalu saja berprasangka buruk padaku. Orang yang kukenal itu seumuran dengan i....buku " Rai terkejut ketika menyadari sesuatu
"Kau memang berniat untuk mengejekku ternyata"
"Ah sudahlah lupakan saja, terserah kau mau mengaganpku seperti apa " setelah itu Akhina memutuskan untuk tidur kembali. Rai terus memikirkan hal itu.
Beberapa bulan kemudian, Akhina dinyataka lulus SMA, pamannnya memasukannya ke SMA Seiko. Ya dia masuk SMA yang sama dengan Rai, saat masa MOS, Akina benar-benar menderita. Rai menghukumnya mulai dari hal yang paling kecil seperti mencari-cari kesalahan Akina dan menghukumnya dengan hukuman yang tidak sepadan. Tapi masa-masa MOS Akina terselamatkan oleh adanya Rangga Mungkin Rai masih ingin menunjukan pada Akina bahwa dia lebih berkuasa dari dia.
"Paman bisakah aku pindah kesekolah lain ?"
"Memangnya kenapa ? Bukankah sekolahmu yang sekarang adalah SMA terbaik di Indonesia, lagi pula kebanyakan kawanmu saat di SMP rata-rata masuk ke SMA ini. Apa kau ada masalah dengan seseorang ??" Akhina hanya diam.
"Katakan pada paman siapa orang yang berani mengganggumu, paman akan mengurusnya untuk mu" akhina yang memikirkan bahwa nanti pamannnya akan repot kalau berurusan dengan orang tuanya Rai
"Tidak perlu paman, aku bisa mengatasinya sendiri "
"Aku akan buktikan padanya bahwa aku lah yang lebih baik darinya "
AKINA'S POV
Hari ini adalah hari terakhir MOS, para siswa baru diharuskan meminta tanda tangan para senior OSIS. Hanya tanda tangan Rai lagi. Ia mencari Rangga dari tadi, tapi entah kenapa hari ini Akina jarang melihat Rangga ia hanya bertemu saat masuk gerbang tadi ketika dia memeriksa perlengkapan para siswa baru. Ketika ia sedang mencari Rangga ia melihat para siswi sedang berkumbul disekitar Rai. Ada yang disuruh bernyanyi, merayu dan lain-lain hanya untuk mendapatkan tanda tangannya. Kalau aku ogah untuk melakukan seperti itu, ah iya aku hampir lupa bahwa ada cara supaya aku tidak perlu meminta tanda tanggan Rai, aku harus mendapatkan tanda tangan shadow master, tapi siapa ya?? Kalau dipikir-pikir mungkin kak rangga karena dia hari ini seperti menghilang. Ketika aku sedang berfikir pundakku di tepuk seseorang.
"Sedang apa kau disini ? Bukannya kau harus mengumpulkan tanda tangan senior OSISmu "
"Ah aku sedang mencarinya hanya tinggal punya kak Rai"
"Perasaan kau belum memintaku "
"Maaf kak aku lupa, ini tanda tangan saja, dimanapun yang kakak suka "
"Kau pikir siapa yang menjadi shadow master??"
"Entahlah kak, kalau kakak mau, sebagai permintaan maafku kakak bisa menanda tanganninya " akhirnya kakak itu pun menanda tanganinya. Disisni yang mengisi kolom shadow master dengan tanda tangan orang yang tepat maka ia akan mendapat hadiah dan tidak perlu meminta tanda tangan para senior lain. Jika tidak bisa mengumplkan semua tanda tangan senior sampai istirahat makan siang maka siswa baru harus di hukum kecuali dia mendapatkan tanda tangan shadow master. Orang yang paling banyak dikira adalah shadow master tapi dia bukan shadow master maka senior itu akan di nobatkan sebagai senior terfaforit. Hanya tinggal tanda tangan Rai yang belum ada. Aku terpaksa memintanya karena hari sudah semakin menddakati jam makan siang,
"Kau harus menciumku, baru akan aku kasih tanda tanganku " karena terpaksa aku pun mendekat kearahnya dan.....
PPLLAAAAKK....
Ya aku menamparnya
"Kau pikir aku gadis murahan seperti yang lainnya, lebih baik aku mencium sepatu orang lain dari pada menciummu " setelah itu aku lasung pergi
Setelah makan siang semua siswa berkumpul.
"Siapa yang tidak memiliki tanda tangan yang lengkap silahkan memisahkan diri "
Kata Rai dengan lantang, aku pun harus maju. Setelah aku lihat hanya aku yang belum lengkap. Ya hanya tanda tangan Rai lagi. Rangga ?? Dia sudah memberi ku tadi pagi sebelum dia menghilang.
"Sesuai dengan aturan kau harus dihukum " kata bendahara OSIS namanya adalah bella. Rai mendakatiku
"Kau bilang lebih baik mencium sepatu bukan. Kalau begitu cium sepatuku SEKARANG!" Aku menatapnya dengan tatapan kemarahan yang meluap-luap
"Ku pikir kau sudah keterlaluan Rai, kau bahkan belum bertanya apakah dia punya tanda tangan shadow master atau belum," seketika aku menoleh dan dia adalah orang yang menepuk pundakku tadi. Kemudian dia mengambil buku'ku dan kaget.
"Oy galang, jangan bilang bahwa kau adalah shadow master " kemudia Galang menunjukan pin shadow master. Shadow master di berikan pin khusus langsung oleh pembina OSIS. Jadi hanya pembina OSIS yang tau shadow master, walaupun Rai adalah ketua OSIS dia bahkan tidak tau siap shadow masternya.
"Akina masuk kembali kebarisan, kau bebas dari hukuman. " aku mengangguk dan pergi
"huh... Hampir saja. Rangga kau sudah memasukanku kekandang singa " ucap Galang dalam hati.
END AKINA'S POV
Flashback
Rangga mendatangi pembina OSIS dan bertanya padanya siapa Shadow masternya, ia berjanji akan membatu pembina OSIS melakukan pekerjaannya selama seharian penuh. Setelah ia tahu bahwa Galang adalah shadow masternya, ia mengirim pesan bahwa temui dia di belakang WC lama.
"Aku sudah tau bahwa kau yang menjadi shadow master "
Galang terkejut,
"Aku bertanya pada pembina OSIS"
"Untuk apa??"
"Kau tahu, Rai mengincar seseorang untuk mangsa selanjutnya. Dan kali ini perempuan"
"Lalu apa hubungannya dengan ku "
"Karena aku sudah berjanji pada pembina OSIS maka tolong berikan tanda tanganmu padanya di kolom shadow master "
"Tidak, kau saja yang membantunya, aku tidak mau berurusan dengan Rai"
"Kalau aku bisa, sudah ku lakukan. Aku adalah sahabatnya mana mungkin aku menentangnya terang-terangan di depan orang banyak"
"Kalau begitu kau tidak perlu menentangnya "
"Ayolah, dia sahabtaku. Aku tak ingin dia menyesal nantinya. Tolonglah Lang. Gadis itu sudah cukup menderita akhir-akhir ini"
Flashback off
Setelah itu sebelum pulang mereka di beri pegarahan oleh kepala sekolah dan dinyatakan resmi menjadi siswa SMA Seiko.
Saat Akina sedang berjalan ke gerbang ia bertemu dengan Rangga,
"Kau mau pulang?" Akhina hanya mengangguk
"Ku antar, lagi pula ada sesuatu yang ingin ku bicarakan." Lalu Akina naik kemobil Rangga
"Kita mampir dulu untuk membeli kopi, kau mau es krim?? " akhina menggeleng
"Aku tidak terlalu suka makanan manis " saat dijalan
"Kakak seharian ini kemana saja?"
"Aku ada urusan dengan pembina OSIS, aku sudah tau dari Galang tentang kejadian hari ini " Akina hanya menunduk, matanya mulai basah
"Aku tau dia sudah keterlaluan hari ini, harusnya aku tak membiarkan dia melakukan itu padamu "
"Sudahlah kak, lagi pula aku tak bisa bergantung pada kakak terus menerus. Lagi pula aku sudah terbiasa kak"
"Syukurlah kalau kau tidak membencinya "
"Aku memang tidak membencinya tapi tetap saja aku kesal dan marah padanya, aku binggung mengapa dia memperlakukan'ku seperti itu "
"Entahlah, akan kucari tau dulu, jika sudah tau aku akan memberi taunya padamu "
Setelah itu mereka tidak mengobrol lagi sampai dirumah Akina
"Terimakasih kak " Rangga tersenyum dan melajukan mobilnya
Saat Akina masuk ia langsung di hampir oleh bi idah
"Nona di tunggu nyonya diraung keluarga " ia menyerahkan tasnya kemudai melepas sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumahan
"Ada apa tante ?"
"Akina besok kita akan urus surat pindahmu dari SMA Seiko"
"Kenapa tiba-tiba tante ? "
"Sayang, tante tau kau menderita selama MOS, tante tau semuanya. Itulah alasan kau ingin pindah waktu itu "
"Percuma saja tante, paman tidak akan setuju"
"Pamanmu akan setuju jika melihat ini " lalu tantenya menunujukan video saat Rai menyuruhhnya unruk mencium sepatunya.
"Masalah itu tidak perlu di besar-besarkan tante, lagi pula sayangkan jika aku jarus pindah. Untuk masuk sekolah itu sulit "
"Tapi Akina, tante khawatir.... Saat MOS saja seperti ini "
"Hal seperti ini lumrah terjadi saat MOS tante, Akina janji akan baik-baik saja, Akina bisa jaga diri tante, paman sudah pusing memikirkan pekerjaannya. Akina akan baik-baik saja di sekolah, akina sangat ingin tamat disekolah ini "
"Yasudah kalau begitu, jika ada apa-apa akhina beritahu saja tante ya " Akina mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, sekarang kamu ganti baju, lalu kita makan " setelah itu mereka tidak pernah membicarakan tentang pindah sekolah lagi.