Suasana perpustakaan nasional siang itu tergolong ramai, tapi masih dalam suasana kondusif. Banyak siswa berseragam ataupun mahasiswa yang mengerjakan tugasnya. Ada juga rombongan keluarga yang sekadar menikmati fasilitas dari pemerintah itu. Gedung perpustakaan nasional yang menjulang tinggi, seolah dijadikan kawasan rekreasi dan berswafoto untuk sebagian orang.
Karin dan Arbis berada di sana, tengah belajar untuk persiapan cerdas cermat. Demi suasana baru, mereka memilih tempat itu.
Keduanya duduk bersebrangan. Tidak ada yang bicara, keduanya tampak fokus dengan buku di tangan masing masing.
Di tempatnya, diam-diam Karin memperhatikan sosok di hadapannya. Meja panjang yang membentang di antara mereka seolah memberi ruang agar mereka bisa fokus dengan kegiatan masing-masing. Hal itu me