Matanya melebar saat melihat sosok itu itu kini duduk di hadapannya. Rafa kakaknya, yang bertahun-tahun meninggalkannya dan membuat huru-hara akibat kelakuannya.
Ilham tidak tersenyum sama sekali. Ia justru menatap Rafa dengan sengit, dengan Tatapan yang mendeskripsikan betapa cowok itu membenci sosok di hadapannya.
" Ilham sering ketemu kok sama Rafa. "Kata Ilham Saya berdiri kembali.
Ilham beranjak untuk pergi meninggalkan ruang tamu dan melanjutkan perjalanannya.
" Kok kamu gitu sih HAM. Duduk dulu dong Sini temenin mas Rafa ngobrol. " kata Mama sambil memanggil Ilham kembali.
Ilham enggan menoleh dan hanya melanjutkan langkahnya. " Ilham ada urusan Ma. Ilham pergi dulu ya. " kata Ilham sambil berjalan menjauh dari tempat itu.
Sepanjang perjalanan Ilham tampak mengeluarkan keluh k