Happy Reading ^_^
***
Ganendra terluka dengan jawaban Lentera yang mengantarkan hubungan mereka kembali ke titik awal. Sungguh, kalau semuanya bisa diulang, Ganendra benar-benar ingin menendang kepala b******n –dirinya di masa lalu- yang sudah sepicik itu. Padahal ia bukan bukan anak-anak, tapi sikapnya masih kekanakan.
“Nggak apa-apa kalau kamu nggak mau hidup berdampingan dengan aku. Yang penting kamu baik-baik saja dan bahagia ke depannya.”
Ganendra berusaha tabah. Terus meminta maaf hanya akan menekan perempuan itu, jadi ia lebih memilih membiarkannya. Biarkan kemarahannya, biarkan kekecewaannya. Begitu juga dengan hubungan mereka—biarkan akan bagaimana akhirnya. Yang penting ia akan terus melindungi perempuan itu sebagai ganti ketololannya di masa lalu.
“Cuma yang jelas tidak un