Di daerah domisili yang sekarang, Shinta bersama anak juga ibunya hidup dengan kebahagiaan di antara tiga anggota keluarga saja. Walau demikian, tak pernah ada kata-kata kecewa lagi yang terpaksa ia letakkan pada orang-orang yang dicintai. Dengan profesinya, Shinta mengajar anak-anak SD Bali itu bagai mendidik buah hati sendiri. Tak ada kasih sayang lain yang bisa ia berikan selain dalam berbagi ilmu pendidikan. Karena Shinta pun hanya sendiri tanpa berbagi kasih sayang kepada seorang pasangan.
Kematian suaminya telah membuat Shinta hidup menjanda selama dua setengah tahun ini. Seluruh beban hidup keluarga ia tanggung sendirian. Ia pun mengajak ibunya pergi bersama juga demi memperoleh jalan hidup yang lebih baik dan membuka diri pada lingkungan baru. Keempat kakak perempuannya sudah berb