Pada Senin malam, sebelum kembali ke rumah hingga bertemu dengan mas Priyo yang menginap, Rama ternyata sempat menelepon Shinta dari telepon umum koin waktu itu. Ia hanya ingin memastikan keadaan seorang yang berada jauh karena merasakan firasat yang kurang enak. Yang ada di pikiran Rama dalam perjalanan jauh dekatnya hanya Shinta. Sementara itu, wanita yang juga tengah berharap panggilan dari kenalan lama, ingin berbicara untuk meneduhkan pikiran kalutnya
“Halo”
“Ini dengan Rama!”
“Syukurlah, ini Kamu!” ucap Shinta penuh dengan rasa lega.
“Apa sedang ada masalah di rumah?” tanya si Rama.
Shinta kemudian mengabarkan bahwa Senin siang, dua petugas dari kepolisian telah datang ke kediamannya. Petugas itu menyampaikan kepentingan pemanggilan pertama untuk ibu Ajeng sebagai saksi. Shinta