Rama tidak suka kalau harus memilih. Ia mengikuti saja dari apa yang telah menjadi kehendak hatinya sendiri. Pria itu berbuat semaunya sendiri, hingga Safya tidak tahu harus bagaimana untuk menanggapi. Sudah dua hari penyakit Rama mulai kambuh kembali. Tak ada tegur sapa di antara keduanya bahkan perhatian Safya selalu tak digubrisnya. Si istri itu sampai mengatakan kepada suaminya, dan mengingatkan peran Rama sebagai seorang laki-laki yang harus dewasa. Dia adalah kepala rumah tangga yang senantiasa akan menjadi teladan bagi anggota keluarganya. Rama harus menjadi sosok yang kuat dan tegas untuk bisa melindungi ibu dan istrinya sekarang dan di masa depan. Kalau ia menjadi lemah dan tak berdaya menghadapi gejolak dalam dirinya sendiri saja seperti ini, apa lagi yang mau diharapkan dari ang