Niat Naufal untuk memanggil Lusi seketika terhenti. Ia memilih untuk mendengarkan mereka berbincang karena terlihat serius.
“Bayarnya kapan? Kalo elu telat lagi, jangan harap gue bakal bantu dan bungkam. Gue bisa aja kasih tau ke seluruh orang rumah sini kalau lo yang suruh gue buat fitnah temen lo itu sampe-sampe dia diusir dari rumah ini.”
“Bisa pelan gak sih, kalo ngomong?!” ujar Lusi panik.
“Biarin. Biarin semuanya tau. Makanya, bayaran gue mana?! Terakhir lo bilang, mau kasih uang sepuluh juta ke gue. Tapi elo ingkar!”
“Udah tiga kali gue kasih uang ke lo. Lo masih aja minta. Lo tuh, maunya apa?!” sungut Lusi penuh amarah.
“Kasih gue uang yang banyak! Bungkam itu butuh makan. Makan itu butuh uang. Jadi, lo harusnya kasih gue uang. Jangan dikit atau gue kasih tau rahasia el