Fardo tertawa terbahak-bahak saat melihat penampilan Naufal yang cupu itu. Murid yang ada di sekitarnya langsung menyingkir, menjauh. Mereka takut. Jelaslah, aura Fardo tambah menyeramkan ketika tertawa.
Fardo melangkah lebar mendatangi Naufal. Ia bertepuk tangan seraya memandang remeh. “penampilan lo bagus. Dua jempol buat lo. Untung gue udah keluarin lo dari Devilers. Malu-maluin. Cih,”
Naufal mengacuhkan. Dia melewati Fardo—menganggap Cowok itu tidak ada.
“Berhenti lo!” bentak Fardo. Kedua matanya melotot penuh amarah.
Cowok berkacamata itu masih tetap tidak memedulikan. Sampai akhirnya Fardo menendang tulang kering Naufal membuat lawannya itu terduduk.
“Jangan sakitin adik gue. Kalau lo ngelakuin hal itu, gue gak akan segan buat muka culun lo itu bonyok sampe mampus!”
Naufa