“Besok gue pindah keluar negeri,”
Kila tergelak mendengar ucapan Abian.
“Serius? Kenapa tiba-tiba lo pergi?”
“Karena ini permintaan Ayah. Gue nggak bisa nolak. Bisa-bisa gue dicap anak durhaka.” Abian menarik sudut bibir. Tatapannya meneduh.
“Tapi kenapa secepat ini? Dasha juga udah lama enggak kelihatan. Bahkan waktu gue sakit pun dia nggak jenguk.”
“Dasha juga pindah. Entah ke mana. Gue, tunangannya sendiri aja enggak tau.”
“Pergi? Pergi dari kota ini? Sekolah ini juga?!” Kila terbelalak.
“Iya. Maaf, ya, gue gak bisa cegah sahabat lo buat menetap.”
"Tapi kenapa?" Kila masih tidak percaya.
"Soal itu, gue nggak tau. Dia cuma ninggalin surat sama... cincin pertunangan."
"Jadi hubungan lo sama Dasha juga berakhir?"
"Iya,"
"Dan lo... beneran mau pergi?"
"Untuk seme