"Tunggu. Nyonya akan ke mana? Jika nanti Tuan Glen bertanya, saya harus jawab apa, Nyonya?" Bi Ima menghadang di ambang pintu.
Sheren terhenti. "bilang saja saya akan ke rumah Nyonya besar Arumi. Kamu tidak lupa, kan, siapa Arumi?"
"Tidak. Nyonya besar Arumi itu Ibu Nyonya, kan?"
"Tepat sekali. Sudah, ya, Bi. Saya titip rumah. Jaga anak-anak juga."
"Siap, Nyonya."
Sheren memasukkan koper besar ke dalam bangku mobil. Ia lantas duduk di jok bagian depan kendaraan berwarna putih tersebut.
Kila memandangi kepergian Sheren. Sedih karena Sheren masih mendiamkannya. Ia merasa pantas mendapat perilaku tadi. Ya, baru kali ini dia berbohong.
"Kenapa, Non?" Bi Ima mendatangi Kila dengan raut penasaran.
"Ah, enggak, Bi." Kila matanya yang hampir meneteskan air. "Tadi Bunda bilang enggak