Libra
Untuk hari ini biarkan dia terlebih dahulu, cobalah buat dia mencarimu dengan rasa bersalah atau coba lihat sekeliling mu mungkin saja ada yang menanti mu untuk mengerti.
Libra memutuskan untuk tidak pergi kesekolah terlebih dahulu, Libra membaringkan tubuhnya di kasur berencana untuk melakukannya seharian, kepalanya benar-benar tidak dapat di kondisikan.
...
Saat matahari sudah bergeser dari pertengahan jalannya Libra memutuskan bagun dari kasurnya berniat membeli bubur atau apapun yang ia cerna saat ini.
Saat Libra hendak mengunci pintunya, Libra menemukan Lima botol platik teh kemasan di teras rumahnya berjejer rapi.
Apa itu Lima? Apa Lima pria yang menyebalkan manun sweet?
Libra mengambil teh urutan pertama melihat tutup botolnya masih tersegel, artinya itu belum pernah di buka.
Dalam film biasanya terdapat pesan pada bagian bawah botol tersebut, dengan kata lain Libra harus meminum semua isi botol itu hingga habis.
Libra meminumnya dengan beberapa kali helaan nafas, dan yah ada sebuah tulisan di bawah botol itu.
'Ayo lanjutkan'
Apa maksudnya meminun semua teh itu, tanpa pikir panjang Libra meneguk habis ke empat sisa teh botol yang tersisa, namun hasilnya NIHIL tidak ada pesan lain.
Perutnya benar-benar sudah terisi penuh, Libra rasa ia tidak perlu membeli sesuatu karna sekarang memikirkan makanan saja sudah membuatnya igin muntah.
"Oyyy...oy...Pacar!" teriak Lima masuk dari pintu gerbang yang memang tidak pernah di kunci "Kenapa ngak sekolah?!" tanya Lima.
Libra mendelikkan matanya tajam.
"Tadi gue buka gerbang sendiri lo, ngak ada lo repot, pacar!" adu Lima.
"Apa sih!" ketus Lima karna info yang Lima berikan sama sekali tidak berguna.
"Pacar, lo abisin semua minuman gue?" tanya Lima saat melihat botol-botol minumannya berubah kosong.
"Loh...itu bukannya buat gue? Tadi ada tulisannya ayo lanjutkan, gitu!" beritahu Libra.
"Lo gr baget sih pacar orang gue iseng juga tulis-tulis ke gitu," ucap Lima menjelaskan.
"Terus lo abis dari mana? Bukannya bawa gitu sekalian sama tehnya!"
"Gue abis ke mesjid," ucap Lima.
"Lo sholat?" apa ini sisi Lima yang tidak di katahui Lima? Apa Lima itu sebenarnya orang baik yang pura-pura jahat?!
"Gue abis numpang kencing, hehehe" ujar Lima tanpa dosa bahkan lelaki itu menyempatnya nyengir di hadapannya "lagian pacar lo ko maruk amat sih ampe abis lima botol teh,"
Kalo bukan karna pesan pertama yang Libra temukan mana mau ia minum lima botoh teh coba, mana sekarang perutnya sakit lagi!
"Bodo anjir, hidup lo ngak guna banget!" kesal Libra membalikan badannya kembali berniat kembali masuk ke dalam rumah.
"Pacar!" panggil Lima.
"Apa?!" ucap Libra galak.
"Ikut gue yuk!...yuk..yukk..yuk...!!!"
Libra memicingkan matanya tajam menelisik, bisa saja ucapan barusan Lima juga sebuah kebohongan atau jebakan yang lain.
"Kemana?" pada akhirnya Libra tidak dapat menahan diri untuk bertanya.
...
"Gih masuk," ucap Lima setelah mereka samapi di depan rumah yang cukup megah, jelas jauh berbeda dengan rumah sederhana yang selama ini Libra tempati.
"Rumah siapa?" tanya Libra masih di atas motornya.
"Pacar kalo di suruh tuh nurut aja napa, giliran di kelas aja guru nyuruh jawab lo diem aja!" ejek Lima.
"Brisik!"
"Oy...pacar nih tolong kasih ke yang punya rumah," Libra menitipkan bahan makanan dalam keresek penuh.
"Permisi...permisi..." ucap Libra di depan pintu bercat putih, Libra tidak bisa mengetuk pintu atau memencet bel karna kedua tangannya pebuh dengan keresek.
"Iya," sapa seorang ibu-ibu ramah.
"Permisi tante saya mau nganterin ini," ucapan Libra terpotong saat tiba-tiba ia di tarik masuk begitu saja kedalam rumah itu.
"Kamu Libra kan," tanya ibu itu.
"Ehh...iya tante," ucap Libra ke bingungan, dari mana ibu ini tau namanya.
"Saya Inggit, mamanya Lima" ucapnya bangga.
"Hahh..." Libra benar-benar kaget, Lima tinggal di rumah sebesar ini tapi memakai motor matic yang biasa aja dan penampilan yang biasa aja.
"Taro-taro bahan makanannya di sahan, tante mau ngobrol" dengan tidak sabaran Inggit menarik Libra menuju kursi depan Tv.
Dengan gerakan cepat Libra melepaskan kantong keresek yang ada di tangannya begitu saja di lantai.
"Jadi kamu berapa lama pacaran sama Lima?!" tanya Inggit antusias.
"Ahhh...ini hari ke empat tante," jawab Libra canggung.
"Ya ammmpun, serius? Lima itu ngak pernah bawa perempuan ke rumahnya, buat kerja kelompok aja ngak pernah" beritahu Inggit.
"Iya tante?!"
"Iya,"
"Emmm, tante ko Lima ngak masuk-masuk yah?!" tanya Libra penasaran karna sedari tadi Lima tidak terlihat.
"Ah...Lima mah jangan di cariin,"
"Loh tante tadi kan Libra dateng sama Lima,"ucap Libra.
"Mending kita masak aja yu...kamu baik banget bawain bahan masakan, Lima cerita yah kalo tante suka masak?"
Libra hanya tersenyum dan menganguk canggung, apa maksud Lima ia ingin mengenalkannya dengan mamanya, lalu untuk apa?