“Aku kembali! Ini bulu gagak merahnya.” Boma berlari ke arahku dengan sangat gembira.
Steven langsung membuat ramuan yang dia coba untuk menyembuhkan para penduduk dari wabah. Aku berharap ramuan yang steven buat berhasil menyembuhkan mereka semua.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya, ramuan yang dibuat Steven telah jadi, ia memberikan satu gelas ramuannya pada seorang anak kecil yang sudah terlihat sangat lemas. Perlahan, tapi pasti keadaan anak itu membaik. Bintik merah yang ada di tubuhnya juga perlahan menghilang. Apa ini artinya ramuan buatan Steven berhasil? Jika iya, maka Steven harus membuat lebih banyak lagi untuk diberikan pada rakyat Lootopia lain yang tinggal di luar desa ini.
Mulai ada harapan untuk menolong rakyat Lootopia dari wabah aneh ini. Steven dan Frans mulai membuat ramuan tadi lebih banyak. Roar juga menyiapkan para kuda terbang untuk mendistribusikan ramuan yang diracik Steven.
Saat semua sedang sibuk memberi ramuan yang ada pada penduduk desa, gadis kecil yang tadi menjadi orang pertama yang meminum ramuan Steven mengalami kejang-kejang. Mluut gadis kecil itu mulai mengeluarkan busa. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa malah keadaannya semakin memburuk, padahal tadi baik-baik saja malah keadaannya membaik tadi, lalu kenapa jadi lebih buruk sekarang?
“Steven, apa yang terjadi?” tanyaku pada Steven yang berusaha menyelamatkan gadis kecil itu dengan meminumkan sebuk penyembuh yang dilarutkan kedalam air bersih.
Belum sempat meminumkannya pada gadis kecil itu, takdir berkehendak lain. Gadis kecil itu tidak tertolong. Steven terduduk lemas, ia terlihat kelelehan sekaligus menyesal dan itu semu terlihat di wajahnya. Bukan hanya Steven, aku juga merasa menyesal dengan yang terjadi. Bagaimana jika rakyat Lootopia yang lain mengalami hal yang sama dengan gadis kecil ini?
“Apa yang salah dengan ramuanku? Kita sudah terlanjur mendistribusikan ramuan ini keseluruh Lootopia, bagaimana jika mereka mengalami hal sama dengan gadis kecil ini?” Steven memiliki kekhawatiran yang sama denganku. Aku juga tidak tahu harus bagaimana.
Apa giok warna ini bia membantu seperti saat aku menolong warga desa boneka hidup? Mungkin bisa, aku harus tanyakan pada Paman Rodrigo dan Tuan Pecth.
“Paman, Tuan, apa giok warna ini bias membantu seperti saat aku membantu warga desa boneka hidup.?’
“Tidak bisa, Eliza. Wabah ini bukan sihir, ini racun yang sengaja dibuat. Dan … yang bisa menyembuhkannya hanya ramuan yang dibuat oleh para penyembuh,” jawab Paman Rodrigo.
“Tapi, Paman. Lihatlah, ramuan Steven tidak berhasil.”
“Pati ada yang aneh, kita harus periksa bahan-bahan untuk membuat ramuan itu.” Tuan Petch mengawali pemeriksaan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat ramuan oleh Steven.
Saat memeriksa semua bahan-bahan yang ada, Tuan Petch mendapati bahan yang aneh diantara semua bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat ramuan oleh para penyembuh. Bentuk bahan itu seperti pasir. Namun baunya aneh, seperti bau busuk. Apa nama bahan ini? Kenapa bisa ada di sini bersama bahan yang lain jika benda ini bukan bahan ramuan.
“Steven, ini apa?” tanya Paman Rodrigo seraya menunjukan benda itu pada Steven.
“Entahlah, Paman. Aku tidak tahu ini apa dan aku juga tidak merasa membawanya kemari. Tapi … jika tidak salah, aku menggunakannya untuk ramuan tadi.
Tuan Pecth menjentikan jari seolah dia tahu sebab ramuan itu tidak berfungsi dengan baik. Dia membuang bahan aneh tadi dan meminta serbuk penyembuh luka dariku. Entah untuk apa. Namun tanpa banyak bertanya, aku memberikannya. Semoga saja apa yang dilakukan Tuan Pecth kali ini berhasil menyebuhkan penduduk Lootopia yang terkena wabah.
“Coba minumkan ramuan ini pada seseorang. Kita lihat reaksinya, jika dia sembuh berarti ramuan ini sudah berhasil,” perintah Tuan Petch.
Ada sedikit ketakutan di hatiku, bagaimana jika yang terjadi pada gadis kecil tadi juga menimpa orang yang akan meminum ramuan baru dari Tuan Pecth. Aku ingin menghentikannya. Namun, jika aku menghentikan, nyawa orang lebih banyak yang terancam.
“Steven, kau yakin ini tidak akan jadi seperti sebelumnya?” tanyaku pada Steven yang belum sempat meminumkan ramuan itu pada orang-orang.
“Kita harus yakin, ini demi kepentingan banyak orang,” jawab pria itu dengan tenang padahal baru beberapa menit tadi dia terlihat lelah dan cemas. Aku menuruti keputusan, membiarkan orang meminum ramuan itu sebagai percobaan, semoga saja dia yang meminum baik-baik saja dan segera pulih.
Beberapa menit kemudian, seorang pria yang tadi meminum ramuan mulai pulih, sama seperti gadis yang meninggal, bintik merah di tubuhnya hilang dan keadaannya mulai membaik.
Aku masih mengawasi pria itu, takutnya sesuatu terjadi lagi seperti pada gadis kecil yang telah meninggal itu. Namun, sepertinya kekhawatiranku tidak terjadi. Pria itu tetap baik-baik saja bahkan dia mulai bias berdiri dengan baik.
“Steven, aku rasa ramuannya berhasil.” Melihat pria tadi membaik, Steven dan Tuan Pecth kembali meracik ramuan yang benar dan kembali mendistribusikan kepada para penyembuh di desa lain.
Jika serbuk yang berbau busuk tadi seharusnya tidak di sana, lalu siapa yang membawa serbuk racun itu ke sini? Apa ada orang suruhan Ratu Samara? Aku memeriksa keadaan sekitar, mungkin apa yang aku pikirkan ada benarnya. Jika firasatku tidak benar, lalu bagaimana bisa serbuk racun tadi ada di tempat Steven meracik ramuan bahkan, Syeven pun tidak meyadari hal itu.
Semua orang di desa ini telah meminum ramuan yang dibuat Steven Dan Tuan Pect. Senyum penduduk desa terpancar, mungkin sesaat tadi mereka mereka hampir kehilangan nyawa. Namun, kini semua baik-baik saja. Aku beharap, semua pnyembuh di desa lain juga bisa menyembuhkan rakyat Lootopia dengan ramuan yang telah diberikan.
Saat keadaan desa telah membaik dan para penduduk telah normal, Paman Rodrigo mengajakku dan yang lain untuk membuat pertemuan.
Dalam pertemuan, pembahasan tentang bangkai gagak merah tak luput di bahas. Bangkai itu harus segera dimusnahkan agar wabah bera-benar berakhir. Tugas melenyapkan bangkai para gagak merah b***k Ratu Samara diberikan kepada Frans dan Boma.
“Setelah bangkai gagak merah dimusnahkan, kita bisa mulai untuk melatihmu menggunakan giok warna, Eliza,” ucap Tuan Petch.
Bukankah itu artinya akan lebih lama lagi mengalahkan Ratu Samara? Apa tidak bisa langsung mengalahkannya? Setelah melewati perjalanan yang tidak mudah, aku harus bersekolah sihir untuk bisa menggunakan giok warna dengan sempurna.
Ayah, Ibu, tunggulah aku sebentar lagi. Setelah aku bisa menggunakan kekuatan giok warna dengan sempurna, aku akan membebaskan kalian dan aku juga akan menyelamatkan Lootopia dari tangan Ratu Samara yang jahat dan tidak punya hati itu.
Aku harus bersabar lagi, tapi … akan aku pastikan Ratu Samara tidak akan bias tidur dengan nyenyak karena aku. Dia Ratu jahat tak pantas hidup dengan nyaman.