Putri Nuck datang menghampiri Steven. Dia datang menggampiri untuk mengajak Steven berdansa lagi. Suasana seperti ini membuatku sedikit cemburu, lagi-lagi wanita itu merebut Steven lagi dariku. Memang ini hanyalah pesta dansa. Namun, tetap saja, seluruh hati Steven adalah milikku.
Putri Nuck memang menyebalkan. Ingin sekali kuberteriak di depannya bahwa pria itu adalah milikku.
Aku tak menyalahkan Steven dengan keadaan ini. Dia juga tidak mungkin menolak Putri Nuck. Keadaan ini membuktikan kalau Steven adalah pria baik. Dia mungkin memikirkan rasa malu yang akan dirasakan Putri Nuck jika ia menolak putri mahkota Lootopia itu berdansa.
Aku tak tahan dengan pemandangan di depanku. Jadi, aku berniat untuk pergi dari istana dan kembali pulang, lagipula aku sudah bertemu kedua orang tuaku.