Aku, Steven dan Frans memghampiri Paman Rodrigo setelah para prajurit itu pergi. Para prajurit itu cukup kasar pada Paman Rodrigo, tapi untunglah sepertinya Paman Rodrigo tidak tersinggung dengan ucapan para prajurit itu.
"Paman tidak apa-apa?" tanyaku saat menghampiri Paman Rodrigo.yang sedang membuka kantung yang diberikan oleh para prajurit tadi.
"Aku tidak apa-apa. Kalian tolong bagikan keping emas ini pada anak-anak di sekitar sini ya, jumlahny banyak jadi berikan yang banyak untuk mereka." Paman Rodrigo langsung masuk kembali ke rumah setelah memerintahkan aku dan yang lain membagikan keping emas yang ia dapat dari penjualan cermin pembobong tadi.
Pamanku itu memang sangat baik. Dia selalu memikirkan orang lain lebih dulu dibandinh dirinya. Sifat bijaksananya juga sangat mengagum