Dua hari telah berlalu. Namun, Steven masih marah padaku soal topeng ajaibnya yang kusebut dengan barang rongsokan. Haa ... mulutku ini memang tidak bisa dijaga. Bagaimana bisa menyebut barang ajaib buatan kekasihnya dengan sebutan barang rongsokan?
"Steven, tolong jangan marah terus. Apa kita akan seperti ini terus?" Aku mencoba memnmbuju Steven lagi agar mau memaafkan aku.
Tiba-tiba, Steven tertawa. Entah apa yang membuatnya tertawa. Aku rasa permintaan maafku tidak ada yang lucu. Kenapa dia tertawa?
"Maaf, tapi ekspresi wajahmu lucu, Eliza," ucap Steven lalu tertawa lagi.
Sekarang, mana ada seorang pria yang menertawai kekasihnya seperti itu? Dasar menyebalkan! Lebih baik aku pergi ke rumah Frans untuk melihat keadaannya daripada harus menemani kekasih yang tidak punya perasaan.
B