Aku masih duduk di ruangan Ratu Samara. Wanita jahat itu masih terus menatap dirinya sendiri di cermin yanh telah pecah itu sambik terus tersenyum. Aku rasa wanita itu sudah hilang akal hingga mampu duduk berlama-lama di depan cermin yang pecah dan senyum terus terlihat walau sebenarnya pantulannya di kaca tak beraturan.
"Alexa, maaf tapi kau akam jadi Ratu. Akulah pemegang tahta selanjutnya," ucap Ratu Samara seraya mengambil jubah hitam yang digantung bersamaan dengan gaun hitam di dekat lemari.
Mau kemana dia malam-malam seperti ini? Aku harus cari tahu. Ya, aku akan ikuti dia.
Suasana malam yanh dingin sangat terasa menusuk di kulit. Malam dingin seperti ini, Ratu Samara mau pergi kemana? Dia juga terlihat tergesa-gesa.
Aku mengikuti Ratu Samara hingha ia berhenti di sebuah di seb