Tidak lama setelah Arvin mengembalikan posisi duduknya menghadap ke depan lagi, Arvin kembali menengok ke belakang.
"Yah udah tidur ya Rin?" Pertanyaan Arvin tak kunjung mendapat jawaban dari Cerin dan tidak terlihat tanda-tanda Cerin akan membuka matanya, membuat Arvin kembali menoleh ke depan dn pada akhirnya dia ikut tertidur juga.
Saat itu Cerin sebenarnya belum tidur dan mengetahui kalau tadi Arvin menoleh lagi ke belakang. Karena setiap ada pergerakan badan Arvin selalu disertai dengan suara di kursinya. Harap maklum badan Arvin kan gedhe ya. Tetapi dia tetap memejamkan matanya karena tidak enak hati dengan Nilam.
Keesokan harinya mereka sudah sampai di rumah masing-masing dan saat itu komunikasi antara Arvin dan Cerin tiba-tiba mulai jarang. Cerin sendiri adalah anak yang gengsian, apalagi untuk nge-chat laki-laki duluan. Akhirnya Cerin hanya bisa menahan rindu dengan terus men-scroll media sosial miliknya baik twitter maupun i********:. Berharap ada update kegiatan Arvin yang dipublish.
Betapa bahagia nya Cerin saat tahu Arvin membuat feed di instagramnya. Walaupun hanya gambar langit yang disertai dengan caption “Perjalanan panjang yang tidak cukup melelahkan”. Saat melihat itu, tanpa pikir panjang Cerin langsung memberikan komentarnya di postingan tersebut. “Sangat melelahkan padahal. Fiuh”. Komentar Cerin itu sontak saja membuat i********: Arvin ramai diserbu oleh para lelaki penggemar Cerin. Semua pada membalas komentar Cerin.
“Cerin ig aku ga pernah kamu komen loh”
“Neng komen di feed ku jg dong”
“Cerin apa ini, abang kecewa”
“Patah hati mas dek”
Selain para lelaki penggemar Cerin, tentu saja teman-teman wanita Cerin juga ikut meramaikan komentar tersebut.
“Wah wah wah, jadi ini yg bisa meluluhkan hati Cerin”
“Akhirnya ya sis ada yg mengisi kekosongan hati”
Bukan tanpa alasan teman-teman Cerin memborbardir komentar Cerin, yang mereka tahu Cerin jarang sekali memberikan komentar di feed i********: orang lain terkhususnya feed i********: laki-laki. Namun ada satu yang membuat Cerin langsung merasakan kaget sekaligus sedih. Komentar Cerin tersebut diberi tanda love oleh nama yang asing didengar oleh Cerin dan hanya dia saja yang memberi tanda hati. Namanya “bellabelle”. Karena merasa ada yang aneh, Cerin langsung mencari tahu tentang akun bellabelle tersebut.
Seharian Cerin mencari tahu tentang bellabelle melalui semua akun sosial media yang dia punya. Dan sampailah pada kesimpulan kalau ternyata bellabelle adalah akun pacar Arvin. Setelah yakin kalau itu memang pacar Arvin, Cerin langsung mengirimkan w******p ke Arvin menanyakan apakah bellabelle marah kepada Arvin atau Cerin karena komentar tersebut dan jawaban yang diberikan Arvin justru semakin meyakinkan Cerin kalau dia memang benar dan masih menjadi pacar Arvin. “Maaf ya rin, dia emang suka nimbrung di komenan temen2ku”
Betapa hancurnya hati Cerin mendapat jawaban seperti itu dari Arvin. Tetapi Cerin masih bersikap biasa menanggapi jawaban Arvin dan justru dia meminta maaf kepada Arvin. Lalu setelahnya dia tidak lagi membalsa chat Arvin dan dia mencari tahu apakah benar pacar Arvin selalu ikut masuk dalam obrolan di komentar-komentar teman Arvin. Namun, hasilnya nihil. Tidak pernah ada tanda hati atau komentar dari pacar Arvin di komentar-komentar teman Arvin di semua sosial medianya. Cerin merasa Arvin bicara seprti itu hanya untuk menenangkan hati Cerin.
Cerin tidak menceritakan apa yang dia temukan berbeda dengan apa yang dikasih tau Arvin, dia memilih untuk diam memendamnya sendiri dan mulai menanamkan dalam pikirannya kalau Arvin adalah hal yang sudah tidak bisa digapai lagi. Dia mulai mencoba untuk setiap harinya tidak mencari tahu kabar Arvin melalui sosial media. Dia mulai mencari kesibukan lain.
Cerin berharap, dengan dia menyibukkan diri dia tidak akan mengingat lagi Arvin. Dia berharap bisa melupakan Arvin. Dia tidak mau lagi berharap bisa dekat lebih dari sekedar teman dengan Arvin. Cerin tutup rapat-rapat semua harapannya dulu.