Luna yg mengatakan jika tempatnya berada di lantai bawah, sebenarnya itu adalah jebakan yg sengaja Di buat oleh Luna agar Pak An pergi. Tapi polisi palsu itu tetap menemani Luna untuk mengawasi jika Saja ini semua perangkapnya. Luna adalah anak jenius ia sudah memikirkan rencananya dan bagaimana jika Dia gagal, ternyata tali yg mengikat tanganya sudah lepas saat Pak An dan polisi palsu itu berdikusi Siapa yg turun ke lantai bawah tanah. Dan luna juga sudah memegang pecahan botol kaca, dan ia merencanakan akan melukai polisi itu dgn pecahan kaca yg dia pegang. Luna berdiri perlahan dan dari
Belakang ia menusuk kepala dan kaki polisi palsu itu lalu memukulnya menggunakan kayu. Polisi itu langsung pingsan. Luna pun segera mencari ponsel polisi tersebut, dan langsung menelpon polisi tapi Tiba tiba ada yg mengatakan "Kenapa kau tidak menjebak mereka dahulu" mendengar itu Luna menoleh dan ternyata itu suara anak kecil yg tidak sengaja ia tabrak. Luna pun langsung teringat dengan perkataan anak itu jika luna harus segera pulang untuk melihat hadiah yg diberikan anak tersebut tapi ternyata semua orang di rumahnya mati. Luna pun mengatakan "Apa kah kamu yg melakukan ini
Semua?!.... siapa kamu dan apa ini semua rencanamu ?! jangan hanya diam katakan siapa kamu dan jelaskan semua ini!". Anak kecil itu pun mengatakan "bagaimana kau bisa melupakan aku nona luna, kita adalah saudara meskipun hanya saudara tiri". Mendengar itu luna sangat terkejut dan tertawa karena tidak percaya. Dan menanyakan "apa kau punya bukti jika kita saudara, karena selalu ada orang yg mengatakan jika mereka adalah kerabat, hanya untuk sebuah harta dan ketenaran. Mendengar itu Lina (nama anak kecil tersebut) langsung marah dan mengatakan jika dia berani tes dna agar Luna percaya.
Tak lama bunyi telpon berdering dan itu dari Pak An. Luna pun mengangkat telpon itu untuk mengetahu apakah jebakan nya berhasil kepada Pak An. Setelah diangkat ternyata Pak An langsung meminta bantuan kepada teman polisinya itu untuk datang kebawah menolongnya karena dia tidak bisa keluar. Luna yg mendengar itu semua spontan langsung tertawa dan mengatakan "Maaf tuan tapi temanmu sedang tidak bisa berbiara dengan mu karena dia sedang di alam mimpi". Mendengar itu Pak An mengatakan kepada luna jika dia akan menyesali perbuatanya dan akan mendapat balasan.Lina yg
Mendengar itu langsung tertawa dan mengatakan " Kau harus bersiap tuan karena sebentar lagi gilranmu untuk tertidur selamanya". Mendengar itu Pak An hanya diam dan berteriak sambil membanting barang barang yg ada di sekitarnya. Luna pun mematikan ponsel nya. Luna pun memeriksa keluar sambil mondar mandir dan mengatakan "bagaimana bisa polisi tidak kunjung datang, sudah 15 menit yg lalu aku menelpon mereka tapi tidak ada yg datang?". Lina pun menjawab "itu semua karena telponya tidak sampai ke jaringan polisi yg resmi. Sepertinya Polisi palsu ini atau tidak Pak An yg memblokir nya jadi
Setiap menelpon nomor polisi yg terhubung adalah nomor lainya yg bisa jadi itu adalah nomor orang yg bekerja sama dengan mereka berdua. Luna yg mendengar perkataan Lina sangat heran dan terkejut bagaimana bisa dia tahu hal ini. Lina pun menjelaskan "dengar aku disini juga terperangkap oleh mereka dan aku bukan orang mereka, jadi tolong percayalah kepadaku dan kita harus segera bersiap untuk menjebak Pak An jika kau tidak ingin Pak An membunuh kita berdua disini. Melihat rait wajah Luna yg tampak tidak percaya kepada Lina. Lina pun menawarkan kesepakatan untuk bekerja sama.
Luna pun terpikir hal yg sama dengan lina dan mengatakan jika luna yg akan menawarkan kesepakatan itu. Lina pun setuju dengan beberapa syarat yg mungkin untuk dituruti. Luna pun mengatakan jika ia ingin polisi yg asli datang ke rumahnya untuk menindak mayat dari seluruh keluarganya dan mencari bukti siapa pelaku dibalik ini semua. Lina terdiam sejenak sambil memikirkan ide dari luna dan mengatakan jika ide nya untuk mencari bukti itu sangat konyol karena itu bukan tugasnya, dan bertanya kepada luna "lalu apa yg akan kau lakukan kepada tukang kebunmu itu?". Luna hanya tersenyum dan berkata jangan khawatir aku punya ide yg lebih baik sebelum menyerahkan dia kepada polisi nanti.