“Ayo kita berangkat!” ucap Bima lalu naik ke atas motor. Luna pun dengan perlahan mulai naik ke atas motor besar Bima.
“Kau yakin tidak mau berpegangan?” tanya Bima saat tidak merasa tangan Luna menyentuh apa pun di tubuhnya seperti Jelita yang tanpa ragu memegang pundak atau memeluk pinggangnya tanpa canggung. Ia juga sedikit khawatir kalau Luna tidak pegangan di tubuhnya, ia biasanya lepas kontrol jika sudah berada di jalanan.
“Ah? Di mana seharusnya aku berpegangan?” tanya Luna bingung.
Mendengar pertanyaaan polos dari Luna, Abizar tertawa kecil, gadis itu membuat Luna bertanya-tanya.
“Luna, kamu tidak pernah melihat orang berboncengan pake motor?” tanya Bima.
Luna terdiam untuk sesaat, ia terlihat berpikir sesuatu.
“Ah, sering. Tapi kan aku pikir mereka itu pasangan dan kadang