“Aku mencintaimu, Luna…” ucap Bima dengan penuh kelembutan.
“Deg…!”
Bima mengucapkan kalimat indah itu di hadapan semua orang, Luna terpaku tak bergerak. Hatinya melayang dan terbang entah ke mana. Untuk sesaat, ia tidak bisa merasakan apa pun, ia seperti berada di atas awan dan menari dengan bahagia, melayang bebas diantara bintang malam di galaksi indah yang gemerlapan. Dan ini, terlalu indah rasanya.
Namun, di saat mendengar suara gemuruh dan sorak tepuk tangan dari pengunjung restoran, Seketika itu Luna menyadari jika apa yang ia rasakan sekarang hanyalah sebuah ilusi.
Ia terhenyak dan menatap sekeliling lalu tertunduk, ia merasa malu dengan perasaan yang ia rasakan, Luna langsung pergi dari tempat itu meninggalkan Bima yang masih berdiri sambil melambaikan tangannya ke arah semua