“Apa?” Oma Laura menatap Jelita tanpa kedip. Ia sama sekali tidak menyangka akan mendengar ucapan yang sangat membuatnya terkejut. Untung saja jantungnya masih aman, kalau tidak kemungkinan ia akan kena serangan jantung.
“Oma…Oma, tolong katakan sesuatu…” Jelita sudah mulai cemas dan takut oma Laura akan murka padanya. Memang kebohongannya ini adalah hal yang sangat serius. Ini adalah kesalahan yang tidak bisa mendapatkan maaf dari oma Laura. Jelita tahu kalau dirinya sudah sangat mengecewakan oma Laura dengan kebohongannya, untuk itu ia sudah mempersiapkan diri. Ia harus rela dibenci atau bahkan dicaci.
“Oma, aku tahu kalau Oma sangat marah. Aku telah berbohong kepada Oma, aku telah menyembunyikan kebenaran dari Oma. Aku benar-benar minta maaf, Oma.” Jelita tertunduk dengan wajah sedih.