Abizar teringat saat di mana ia masih bersama Jovanka, gambar potret yang ada di tangannya seakan mengiring ingatannya pada saat itu. Senyum Jovanka yang lepas serta tingkah-tingkah manja dan polosnya. Abizar kembali mengingat semua itu. Setelah beberapa lama ia menatap semua foto-foto Jovanka, Abizar kembali mengembalikan map kuning itu ke dalam brankas. Kemudian mengeluarkan amplop cokelat dari dalam sana dan menutupnya rapat
Abizar kembali duduk di depan meja kerjanya lalu membuka helai demi helai kertas itu. Ia lalu menelepon seseorang.
“Segera siapkan berkas-berkasnya. Aku ingin selesai dalam waktu 2 hari. Semua yang menyangkut nama Jovanka pada semua aset yang baru-baru ini aku hibahkan atas namanya alihkan ke nama Jelita. Iya, aku ingin kau mengubah semua berkas itu secepatnya.”