Abizar menghela nafsanya dalam lalu mengambil pulpen dari tangan Jovanka dan membubuhkan tanda tangannya di atas kertas itu. Jovanka tersenyum senang melihat Abizar melakukan itu. Setelah mendapatkan tandatangan dari Abizar, dengan tidak sabar Jovanka merebut kertas itu dari tangan Abizar dan menatapnya beberapa saat sebelum ia memasukkan di saku bajunya.
“Terima kasih, Mas. Kau lagi-lagi membuktikan kalau kau adalah pria yang sangat baik,” ucap Jovanka lalu begegas masuk ke dalam. Tapi Abizar dengan cepat mencegat langkahnya dengan memegang tangan wanita itu.
Merasa sentuhan tangan Abizar yang hangat di tangannya, ia tersenyum lalu memejamkan mata sejenak sebelum menoleh ke arah Abizar yang sedang mentapanya dengan kesal.
“Kau mau ke mana?” tanya Abizar.
“Mau ke dalam, Mas. Aku mau am