Jelita menatap suaminya dengan tatapan dalam, ia tahu kalau Abizar sedang cemburu, tapi seharusnya hal itu tidak lantas membuatnya melakukan hal-hal yang kekanak-kanakan. Apalagi ia tahu kalau Jelita hanya menganggap Bima sebagai saudaranya. Seharusnya Abizar bisa mengerti dan lebih bersikap bijaksana.
“Pak, Bima itu sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. Dia sudah banyak membantuku pada saat aku membutuhkannya. Rasanya kejam kalau aku langsung memutuskan hubungan kami yang sudah terjalin bertahun-tahun hanya karena dia menyukaiku. Pak, bukankah aku sudah mengakui perasaanmu padaku? dan itu tidak akan pernah berubah untuk selamnya, tapi kau ternyata masih tidak mempercayaiku.” Jelita mengungkapkan isi hatinya, ia harus membuat Abizar mengerti dan menghentikan tingkah anehnya jika ia sed