Abizar tersentak, ia seolah mendengar suara Jelita. Apa karena saking kacaunya perasaan hatinya sehingga ia berhalusinasi mendengar suara Jelita yang mengetuk pintu kamarnya?
“Pak Abizar… apa kau masih tidur?
“Ah, aku benar-benar mendengar suaranya. Apa Jelita sungguh ada di sini?” gumannya masih terlihat bingung. Tapi dengan cepat Ia bergegas turun dari ranjang dan melangkah untuk membuka pintu. Abizar tertegun melita Jelita berdiri di hadapannya dengan senyum tipisnya yang menenangkan hati.
“Je-Jelita…?” ucapnya masih tidak percaya.
“Pak…” sahut Jelita balas menyapa.
“Bagaimana bisa kau ada di sini?”
“Ah, aku hanya sedikit suntuk di apartemen, jadi main ke rumah Oma. Tak taunya, Bapak juga ada di sini,” Jelita menjelaskan.
“Oh, ya-ya sudah. Kau mau masuk kan? ayo silakan masuk,” u