Chapter 10
Tangerang, 14 juni 2019
Mahira dan nabil menjalin hubungan cinta monyet tanpa terasa cinta itu tumbuh jadi lebih dalem dan lebih manis. Hingga tumbuh rasa cemburu dan takut kehilangan diantara mereka. Suatu hari kelulusan SMP tiba mahira dan Nabil yang sudah menjalin hampir 3 tahun. Suatu ketika Mahira yang cemburu dengan melihat keberadaan Nabil dekat dengan Nadya, pada siang hari tepat pulang kelulusan mahira melihat Nabil pulang bersama Nadya, Nabil yang tidak memberitahu ke mahira membuat mahira salah paham padanya, Mahira yang berusaha berpikiran positif dan mampu mengotrolkan emosinya, mahira pun mengirimkan pesan melalui chat what's up dan ingin menemui Nabil dan Nabil pun setuju ingin bertemu Mahira karena saat itu nabil juga sangat merindukannya.
PUKUL 14.00 WIB
(Nabil menjemput mahira dan membawanya ke taman yang biasa mereka kunjungi)
“kenapa ra, kamu kangen ya sama aku?” tanya Nabil sambil menggodanya
“apasi, justru kamu kali yang kangen, oiya aku mau tanya sesuatu.” Saut Mahira dengan lembut
“heh ko tau, sumpah tadi saat kelulusan kamu tambah cantik banget sumpah ini bukan gombal ini asli, oiya mau nanya apa?” jawab Nabil sambil menatap mahira dengan dalem
“emm makasih, aku mau tanya sesuatu soal...” ucap perlahan mahira
“soal?....” sambil meledek nabil
“iihsss, ini ga lucu, ini serius, dengerin.” Jawab mahira dengan tegas
“iya uhs iya serius, Nabil serius lah, nanti si cantik marah.” Nabil peringati dirinya sendiri
“Tadi aku melihat kamu dengan nadya, kamu nganterin dia pulang?, Atau ngapain?”Mahira bertanya sambil mengalihkan pandangannya
(Nabil memegang lembut dagu mahira dan mengarahkan ke pandanganya dan tersenyum pada mahira)
“ouh cemburu ni jadinya, ulululu ra kamu lucu banget si, emang boleh selucu ini.” Ucap Nabil sambil menatap mahira dengan senyumnya
“apasi, aku ga bercanda, aku serius, ini kamu malah ngerayu aku.” Saut mahira sambil melepaskan tangan nabil yang memegang dagunya
(mahira mengalihkan pandanganya)
“emm oke oke, aku jelasin dulu ya, kamu nyimak dengan baik, jadi... tadi itu Nadya minta sama aku buat antarin dia kerumah sakit karena nenek nya sakit, kamu tau kan tadi gaada yang dateng satu pun keluarga dia yang melihat kelulusan nya karena tante nya mengurus neneknya di rumah sakit dan Nadya juga sudah tidak punya kedua orang tua kan, nah karena aku iba akhirnya aku antarin dia ke rumah sakit, Kenapa tadi aku belum ngabarin kamu, batre HP ku abis dan ini juga masih abis sebenarnya tapi tadi aku cas sebentar eh kamu nelpon minta ketemu, yaudah deh... maaf ya ra kalau itu buat kamu sedih.” Nabil menjelaskan dengan tenang
“oalahhh, uhfff ternyata aku cuman salah paham, tapi itu benerkan ga bohong, coba liat hp kamu.” Ucap mahira yang masi ragu
(mahira mengambil hp Nabil dari tas)
“buat apa aku bohong.” Ucap Nabil sambil mencolek hidung mahira sambil senyum
“iyaiya deh, maaf aku dah curiga tadi.” Ucap mahira sambil menundukkan pandanganya
“hei, kamu berhak marah sama aku dan cemburu sama aku, aku juga salah tadi belum bilang sama kamu.” Ucap nabil sambil mengangkat pandangan mahira kepadanya dengan kedua tangan memegang kedua pipi mahira dan menatapnya dengan dalem
“yaudah, kita pulang yu, nanti takut dicarin mama karena kesorean.” Ajak pulang Nabil dengan lembut
(mahira mengangguk iya)
(pulang ke rumah)
Nabil yang bertemu mama mahira dan pamit pulang. Tanpa sepengetahuan Nabil, Mahira yang keluar untuk kerumah sakit menengok nenek Nadya dan ditemani Nisha. Ternyata jarak rumah mahira dengan rumah sakit hanya lah sekitar 10 menit. Dan nabil pun juga lalu kerumah fajri dulu yang disekitaran buaran tidak jauh dari tempat tinggal nya mahira hanya untuk memberikan kabar tentang game permainannya.
“INNALILLAHI WA INNAILAIHI ROJIUN! Kak! Ini temen kamu kan?” Terkejut mama mahira sambil bertanya
“Mana coba liat.” Penasaran mahira
“ini..” mama mahira menunjukan gambar dari hp nya
“iyaa itu temen kakak, nadya namanya..., kenapa emangnya mah?” mahira
“Nenek nya meninggal, kamu temui nadya tu nanti.” Ucap mama mahira
“bener kata nabil nenek nya nadya sakit, sekarang meninggal, ga nyangka kesian nadya, lebih baik nanti aku temui dia dan berusaha hibur dia.” Dalam hati mahira sambil melamun
“kak? kak? Kenapa?, tadi kamu denger mama kan?” tanya mama mahira
“hem, iya ko denger, ini niat nya mau ketemu nadya nya, nanti mahira kesana sama nisha sekitar jam 16.20, ya mah gapapa kan?” ucap mahira sambil izin
“Yasuda jangan malem malem ya ka.” Saut mama mahira
Mahira langsung mengabari teman nya nisha untuk menyuruhnya berangkat bareng untuk ke rumah sakit.
Nisha dan mahira menuju rumah sakit pukul 16.10 Wib, lalu sebelum menuju masuk rumah sakit, mereka berdua menuju ke alfamart terlebih dahulu untuk membeli cemilan untuk menghibur Nadya yang turut bersedih.
Pukul 16.20 WIB
“kaya beli bawaan dulu deh ra buat nadya, ya masa kita kesana ga bawa apa-apa.” Ucap Nisha
“iya juga ya, terus kita bawa apa?” mahira
“kita ke alfamart aja deh, beliin apa ke, eskrim gtu atau ciki-cikian paling ga bisa buat dia seneng lah sedikit.”ucap Nisha
“Yuda ayok deh.” Mahira setuju
~Lanjut