Chapter 11
PUKUL 16.30 WIB
(diperjalanan Nabil bertemu dengan Nadya di halte rumah sakit sambil menangis)
(Nabil menghampirinya karena iba dan berusaha menenangkan Nadya yang sedang menangis)
“nad, lu kenapa nangis nad?, Coba keluarin aja kenapa” berusaha menenangkan Nadya
(Nadya melihat Nabil disebelahnya dan langsung memeluk Nabil)
(Nabil yang tidak tega dengan kondisi Nadya yang sekarang dan dia pun berusaha menenangkan Nadya dengan mengusapkan kepala Nadya dengan lembut)
(Nabil melepaskan pelukannya dengan Nadya, dan meminta penjelasan dengan Nadya)
“kenapa Nad?” Penasaran Nabil dan berusaha menenangkan Nadya
“Nenek ku meninggal bil, dansekarang aku cuman tinggal dengan tante aja.” Ucap Nadya sambil memeluk kembali Nabil
“innalillahi wa inn ilaihi roziun, turut berduka Nad, yaudah kali ini lu boleh dipelukan gue, gue harap dengan ini bisa membantu lu dengan tenang.” Jawab nabil dengan lembut
“maafin aku ra, sayang, aku tau kalau kamu liat kamu pasti bakal cemburu dan marah banget sama ra.” Ucap Nabil dalem hati sambil menahan air matanya
(Nabil melepaskan pelukannya dengan Nadya)
“nad, maaf gue ga mau bikin mahira sedih, tapi disini gue bakal nenangin lu, nad lu jangan sedih, gue, mahira dan yang lain bakal ada buat lu ko.” Ucap Nabil sambil mengusap air mata nadya
(Nadya memegang tangan Nabil)
“Bil, gue ada yang pengen gue omongin sesuatu ke lu bil, sebenarnya gue dah suka sama lu dari lama benget sebelum lu jadian sama mahira.” Ucap Nadya sambil menatap Nabil dengan dalem
“Nad, lu gila ya, gimana ya nad, gue bukan nya ga ngerti perasaan lu, tapi gue lebih sayang sama mahira dan gue gamau nyakitin apalagi ninggalin dia.” Ucap nabil dengan tegas
“ya apa salah nya sekarang gue ga punya siapa-siapa lagi selain tante dan lu bil, gue sayang sama lu bil.” Ucap nadya sambil mengeluarkan air matanya
“aku mohon bil, Tolong aku mau meluk kamu walaupun kamu ga bisa nerima aku bi.” Pinta Nadya
(nabil yang terdiam dan Nadya langsung memeluk nabil)
Sekitar 2 menit...
(mahira dan Nisha baru keluar dari supermarket depan halte bus tersebut dan tanpa disengaja melihat Nabil memeluk Nadya dari kejauhan)
(mahira langsung balik arah dan ditemani oleh Nisha , Nisha langsung memegang tangan mahira dengan berharap jangan pergi)
(Mahira melihat dengan sambil mata yang berkaca-kaca dan begitu menusuknya di hati mahira)
(Nisha yang berusaha menenangkan mahira dan untuk sabar)
“Ra, Udah coba lah untuk mengerti mungkin disitu Nadya memang lagi merasa kehilangan nenek nya.” Ucap Nisha sambil mengusap kepala mahira
(mahira dengan perasaan yang ditahan lalu menuju ke halte bus dengan ditemani Nisha)
(Nabil yang masih belum menyadari keberadaan Mahira)
“ehmm...” mahira membuat suara dengan mulut yang masih tertutup
(nabil menegok ke belakang dan terkejut keberadaan mahira yang tiba-tiba)
“ra, astaga ra.. ini kamu baru dari mana, ra tolong dengerin aku dulu ya.” Nabil panik
(Nabil yang bingung harus apa)
(mahira menghiraukan nabil bicara, langsung memberikan makanan yang dia bawa dan langsung memberikan nya kepada nadya)
“ini buat kamu nad, turut berduka ya buat kamu, aku juga ikut sedih dengan keadaanmu" ucap mahira sambil memeluk Nadya
"Iya makasih banyak ya Ra, kamu baik banget ke aku." ucap Nadya sambil memeluk erat mahira
(mahira langsung berbalik arah dan langsung pergi ke rumah dan langsung dicegah oleh Nabil)
“Ra, dengerin aku dulu” ucap nabil sambil menarik tangan Mahira
“Aku mau pulang.” mahira tanpa melihat nabil
(nabil kehadapan mahira dan mahira menundukkan pandangannya dari nabil)
“aku antarin kamu pulang ya.” Pinta nabil sambil melihat wajah mahira yang sedang menunduk
“ga usah aku bisa pulang sendiri dan satu lagi jangan temui aku lagi.” Ucap mahira sambil menatap nabil dengan kesal
(Nisha memberikan makanan nya dan ucapan kepada nadya dan langsung mengejar Mahira)
(sampai di kamar tangisan yang pecah dari mata mahira tentang nabil)
Nisha yang mengetahui keadaan mahira dan tidak tau harus apa
(Nisha yang langsung menuju rumah sakit)
~Lanjut