Chapter 06
Setelah mereka selesai berpelukan, Lalu Mahira terdiam seolah ada sesuatu yang membuat dia mengingat sesuatu. Shia dan Aisa yang langsung menyadarinya bahwa pasti mahira mengingat saat-saat masih bersama Nabil mantan nya.
“kamu keinget Nabil lagi ya ra?” tanya Shia dengan lembut
“pasti lah kan, Nabil itu yang cinta banget sama kamu ra dan pasti hati kamu masih terkoneksi dengan nya.” Jelaskan Aisa kepada mahira yang masih terdiam
“masa si, kalau dia cinta banget sama aku dulu kenapa dia tega sama nadya.” Ucap mahira dengan sebel
“iya percaya deh, waktu itu aku ketemu sama Nabil saat ada acara teman ku, ternyata nabil itu berteman dengan teman ku juga. Dan disitu aku baru sadar dan teringat kalau dia itu mantan kamu ra, dan aku langsung kenalkan diri dan sebut namamu juga ra.” Jelas Aisa pada mahira
“lalu apa lagi yang dia bilang?” penasaran Shia dan mahira yang masih terdiam dan hanya mendengarkan
“terus Nabil menjelaskan sesingkatnya tentang dirinya, dan kita pun mengobrol lebih lama di sebuah kafe semua tentang kamu ra dan aku sebagai sahabat mu ingin menyampaikan nya tapi keburu lupa, eh sekarang akhirnya ingat lagi.” Ucap Aisa sambil ketawa kecil
“Adehh sa, kalau ga diingetin ga bakal cerita-cerita kamu tu sa.” Saut Shia dengan suara sebelnya sambil menggelengkan kepala
“ya udah deh, bobo yu, uda ngantuk ni, uda jangan sedih beb, insya Allah kamu bakal bersatu lagi dengan Nabil ra.” Ucap Aisa sambil mengusapkan pundak sebelah kiri mahira
“iya beb, tenang aja gaada yang ga mungkin bagi Allah.” Saut Shia sambil mengusap pundak sebelah kanan mahira juga
“ya udah ayo bobo, maaf ya beb dah bikin suasana jadi sedih.” Mahira sambil mengusapkan wajahnya
“gapapa, wajarlah dejavu, ya udah yuu, aku pojok ya ra, ya.” ucap Aisa
“iya iya dimana aja boleh.”saut Shia
(mahira matikan lampu dan Shia menarik selimut)
Mahira yang masih sedih dengan teringat Nabil, lalu dia masih mengingat kembali di masa lalunya.
~lanjut