Keesokan pagi, berita mengenai wabah di Abram Creeks muncul di sebuah situs ekonomi. Artikel itu menyebut manajemen Emery menutupi penyakit ternak dan menyertakan dokumen persetujuan pembelian bahan biologis atas nama Abian Savero Emery.
Nilai saham beberapa anak perusahaan turun dalam hitungan jam. Kantor Emery Holding dipenuhi wartawan, sementara Bian mengadakan rapat darurat melalui jalur tertutup.
"Jangan menyangkal tanpa bukti," katanya kepada tim komunikasi. "Umumkan bahwa investigasi independen berjalan dan distribusi produk dari area terkait sudah dihentikan sejak temuan pertama."
Zhian mengingatkan bahwa publik akan menuntut kemunculan CEO. Selama bertahun-tahun, wajah Bian tidak pernah dipublikasikan secara luas.
"Kalau saya tampil sekarang, penyelidikan lapangan diam-diam selesai," kata Bian.
"Identitas Anda sudah mulai dicari. Dokumen memakai nama lengkap Anda. Lebih berbahaya jika orang lain memperkenalkan Anda lebih dulu."
Bian tahu Zhian benar. Masalah lain segera muncul dalam pikirannya: Dine akan mengetahui siapa dirinya dari berita.
Ia mengirim pesan meminta bertemu. Dine tidak langsung menjawab. Setelah membaca berita yang dibagikan Nola, ia memperbesar nama pemilik Emery Holding.
Abian Savero Emery.
Bian pernah menulis namanya sebagai Bian SE. Ia mengatakan keluarganya berhubungan dengan Emery, terbiasa memberi perintah, bepergian dengan mudah, dan dapat meminta orang menelusuri kamera. Semua bagian tiba-tiba tersusun.
Dine: Kamu Abian Emery?
Pesan itu dibaca tanpa balasan selama dua menit.
Bian: Iya.
Dine menutup mata. Ia tidak tahu mengapa pengakuan satu kata itu terasa seperti pengkhianatan lain. Bian memang belum menjadi pasangannya, tetapi lelaki itu mendekati dirinya dengan identitas yang sengaja diperkecil.
Dine: Jangan datang ke klinik.
Bian: Aku perlu menjelaskan.
Dine: Tidak hari ini.
Bian menghormati permintaan tersebut. Ia mengirim satu pesan terakhir bahwa alamat apartemen yang diperlihatkan memang tempat aman miliknya dan Dre dirawat dengan baik. Setelah itu ia berangkat ke konferensi pers.
Untuk pertama kali, kamera media menampilkan wajah Abian Savero Emery secara langsung. Ia mengenakan setelan gelap dan berdiri di belakang podium dengan Zhian serta tim dokter hewan.
"Kami mengonfirmasi adanya kasus bovine ephemeral fever di sebagian kecil area Abram Creeks," kata Bian. "Tidak ada produk dari hewan terdampak yang memasuki rantai distribusi. Investigasi juga menemukan dugaan sabotase dan pemalsuan otorisasi menggunakan tanda tangan digital saya."
Wartawan bertanya mengapa informasi tidak disampaikan sejak awal. Bian mengakui keputusan menahan pengumuman dibuat untuk memverifikasi penyebaran, tetapi transparansi seharusnya dilakukan lebih cepat setelah area diamankan.
Ia tidak menyalahkan staf lapangan atau memakai istilah serangan oleh pihak asing tanpa bukti. Sikap itu sedikit meredakan spekulasi, walaupun krisis belum selesai.
Dine menonton melalui layar di ruang kerjanya. Lelaki yang berbicara tegas di hadapan wartawan tampak berbeda dari Bian yang bertukar sepatu agar terlihat sederhana dan menyebut dirinya ayah kucing.
Dalam konferensi itu, seorang wartawan menanyakan kehidupan pribadi Bian dan foto dirinya bersama seorang dokter hewan. Bian menolak mengonfirmasi identitas Dine.
"Perempuan dalam foto bukan bagian dari pengelolaan Emery Holding dan tidak memiliki hubungan dengan perkara yang sedang diperiksa," katanya. "Jangan mengganggu pekerjaan maupun tempat tinggalnya."
Pernyataan tersebut dimaksudkan melindungi Dine, tetapi justru membuat wartawan semakin penasaran. Beberapa akun mulai membandingkan foto klinik, kegiatan yayasan, dan daftar dokter hewan di sekitar lokasi. Dalam waktu singkat, nama lengkap Dine ditemukan.
Tim komunikasi meminta izin menghapus unggahan melalui laporan privasi. Bian menyetujui tindakan terhadap alamat dan nomor pribadi, tetapi melarang mereka menyerang media atau akun biasa dengan ancaman hukum berlebihan. Ia tidak mau perlindungan berubah menjadi intimidasi.
Dine menyaksikan semua itu dengan perasaan bercampur. Bian tidak menyebut namanya, tetapi kebohongan identitas lelaki tersebut telah menyeret kliniknya ke pusat perhatian yang tidak pernah diminta.
Nola duduk di sampingnya. "Kamu sungguh tidak tahu?"
"Tidak."
"Banan bekerja di perusahaannya. Kalau Bian tahu soal perselingkuhan—"
"Dia memang tahu sebagian."
Dine menceritakan pertemuan di rooftop dan penyelidikan yang dilakukan Bian. Nola mengkhawatirkan Orin terlibat lebih jauh daripada sekadar perselingkuhan.
Pada akhir konferensi, foto Bian dan Dine di yayasan tersebar di media sosial. Seseorang menambahkan narasi bahwa CEO Emery memiliki hubungan dengan tunangan manajernya dan memakai audit perusahaan untuk menyingkirkan saingan pribadi.
Nama Animalia Pet World disebut. Telepon klinik segera dipenuhi pertanyaan. Beberapa akun menuduh Dine berselingkuh, sedangkan yang lain mencoba mencari alamat tempat tinggalnya.
Dine mematikan telepon dan menutup klinik lebih awal. Kali ini ancaman tidak lagi datang melalui nomor anonim, tetapi dari ratusan orang yang tidak dikenalnya.
Bian mengetahui penyebaran itu dari tim komunikasi. Ia menelepon, tetapi Dine menolak panggilan. Bian tidak memaksa. Ia mengirimkan kontak pengacara serta petugas keamanan perempuan dan menegaskan Dine bebas menolak keduanya.
Tak lama kemudian, Dine menerima pesan dari Banan.
Banan: Sekarang semua orang tahu siapa lelaki yang kamu pilih. Jangan salahkan aku atas akibatnya.
Dine membalas dengan tangan bergetar.
Dine: Aku tidak memilih siapa pun. Aku meninggalkanmu karena kamu berselingkuh.
Banan tidak membalas. Di kantornya, ia sedang menghapus berkas dari komputer ketika pintu terbuka. Tim audit internal berdiri bersama petugas keamanan.
"Bapak Banan Aleric," kata ketua auditor. "Akses Anda dibekukan. Mohon menjauh dari perangkat dan ikut bersama kami."
Beberapa karyawan menyaksikan Banan dikawal keluar dari ruangan. Bisikan segera menyebar, bercampur dengan video konferensi pers Bian yang belum terjadi saat itu. Banan mencoba tersenyum seolah hanya dipanggil untuk rapat biasa, tetapi keringat di pelipisnya mengkhianati ketenangan tersebut.
Di dalam lift, ia mengingat semua berkas yang tidak sempat dihapus. Marcus pernah mengatakan sistem Emery mudah ditembus asalkan memiliki seseorang di dalam. Banan mengira dirinya seseorang yang penting dalam rencana itu. Kini ia memahami pengetahuan yang diberikan kepadanya sengaja dibatasi agar seluruh jejak pertama berhenti di mejanya.
Ia memikirkan Dine dan merasa marah karena perempuan itu memilih percaya kepada Bian. Kemarahan tersebut perlahan berubah menjadi rasa takut: jika dokumen palsu terbuka, Marcus mungkin menganggap Dine sebagai alat untuk memaksanya diam.