Putri tiba disalon tempat kerja Winda. Dia bertanya kepada salah satu karyawan salon yang menyapu didepan salon. Kelihatannya salon itu sudah mau tutup.
"Maaf mbak mau tanya apa Winda masih ada didalam saya temannya"
"Oh Winda ada tu, dia masih sterilkan alat-alat Salon. langsung masuk aja" Ujar mbak itu sambil melihat penampilan Putri dari rambut cepaknya sampai pakaian yang dikenakan.
*Itu cowok apa cewek aneh banget dandanannya" gumam mbak dalam hati.
Dengan tergesa-gesa Putri membuka pintu salon yang terbuat dari kaca. Dia tidak tahu kalau menabrak seseorang dibalik pintu.
"Aduh sakit "
" Maaf mas tidak sengaja!"
"Iya gak papa, oh ya salon udah tutup besok kembali lagi kalau mau perawatan disini" ucap bibie sambil melihat penampilan Putri dari atas sampai bawah.
"Bukan mas saya mau teman Winda mau menjemputnya"
" Tunggu dikursi sana, bentar lagi Winda juga sudah selesai tugasnya"
Setelah 10menit berlalu Winda keluar dari dalam ruangan dia senang melihat Putri menjemputnya. Setidaknya dia tahu kalau Putri baik-baik saja. Dia mulai beraktifitas lagi.
"Udah lama nunggu aku?"
"Gak kok mungkin cuma 10menitan"
"Aku pamit ke bos dulu ya!"
"Oke aku tunggu di luar"
Winda berjalan ke meja kasir tempat bosnya berada.
"Bos saya pamit pulang dulu jobs disk sudah saya kerjakan semua"
"Eh tadi ada cewek yang menjemputmu, penampilannya aneh! besok kalau dia mau suruh kesini aku butuh model seperti dia buat foto shoot dan aku mau make over disini. Tenang ada bayarannya kok!"
"Ya saya tanyakan dulu keorangnya, ntar saya WA hasilnya keputusannya bos!"
"Oke makasih"
Winda berjalan keluar salon dan menghampiri Putri yang duduk diatas motornya.
" Put mampir ke warung bakso didepan itu aku lapar sekalian ada yang ingin aku bicarakan sama kamu!"
"Siap laksanakan"
****
Tiba diwarung bakso "Pak Edi"
"Mau pesan bakso apa mie ayam Put?"
"Bakso aja ma jeruk anget"
"Pak Edi pesen bakso 1, mie ayam pentol 1 sama jeruk hangat 2"
"Ya mbak cantik tunggu sebentar"
Sambil menunggu pesanan mereka ngobrol santai.
"Put ada tawaran pekerjaan buat kamu, bosku ingin kamu jadi model foto shootnya! gimana mau apa Ndak ? cuma satu hari tapi gajinya lumayan!"
"Gak salah bosmu itu, orang kayak aku mau dijadikan model"
"Gak kok justru dia cari model yang tomboy kayak kamu, mau ya kan enak kita bisa kerja bareng besok!"
"Oke cuma besok saja, udah 2 hari bengkel tutup aku gak mau pekerjaanku terbengkalai"
"Iya sayang makasih ya, aku mau WA bos dulu kalau kamu mau jadi modelnya"
"Ngomong-ngomong lama banget baksonya belum datang?"
"Sabar Bu disini rame jadi agak antri!"
"Itu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga"
Merekapun makan dengan lahapnya
"Win habis ngater kamu aku mau langsung pulang kerumah"
"Aku takut ibu cemas soalnya udah dari kemarin malam aku gak pulang"
"Aku mohon jangan ceritakan soal Arya ke ibumu aku takut nanti darah tingginya kumat"
"Tapi Win ibu harus tau agar tidak berharap tentang pernikahanku"
"Ya tunngu situasi yang baik biar ibu tidak shock"
"Makasih ya Winda udah mau jadi sahabat terbaikku"
"Kita sahabat rasa Saudara he..."