Jadi model bukan yang hal mudah buat Putri. Ia harus berpura-pura menjadi wanita cantik yang lembut gemulai. Memakai riasan tebal dan high heels 9cm membuat sulit berjalan.
Hampir 5jam pemotretan belum juga usai. Putri menyerah ingin rasanya dia lari dalam situasi seperti ini. Utung saja Bibie orang baik sering memberikan break waktu Putri merasa bad mood.
" Put, mau makan apa?" tanya bibie
"Gak perlu, capek gue mau pulang!"
"Oke kita lanjut besok ya! makan dulu sebelum pulang aku udah pesankan ramen tadi."
"Makasih ya,, aku makan sama Winda habis ganti baju."
"Aku harap kamu gak kapok jadi model disini, emang ini bukan keahlian kamu tapi kamu punya bakat dan postur tubuh yang menunjang. Mungkin ntar jadi model yang terkenal."
"Maaf gue gak tertarik, mending gua disuruh perbaiki 1000 mobil dari pada dandan kayak badut seperti ini."
"Nanti kalau kamu sudah liat hasil fotonya kamu bisa berubah pikiran?"
"Oke kita lihat nanti."
****
Sudah hampir jam 4sore tapi Winda belum juga menyelesaikan tugasnya. Putri sudah jenuh menunggu dari tadi. Dua gelas es teh dan sepiring gorengan juga sudah habis. Tiba-tiba dia mengantuk dan tertidur diruang tunggu.
Bibie yang lewat tak sengaja melihat Putri yang sedang tidur. Dibuka jasnya untuk menutupi bagian d*d* Putri yang tak sengaja terlihat karena kancingnya terbuka. Aneh seperti terkena sengatan listrik waktu tangan Bibie tak sengaja menyentuh badan Putri.
"Apa yang terjadi pada diriku. Setiap hari aku bersentuhan dengan wanita tapi aku belum pernah merasakan sensasi seperti ini." batin Bibie
Bibie bergegas pergi meninggalkan Putri sendiri menuju kantornya disamping ruang tunggu yang hanya besekat kaca. Berkali-kali dia berusaha menyibukkan diri tapi kenapa matanya selalu tertuju pada Putri. Wajah Putri yang baby face dan imutnya membuatnya tertarik.
"Apa yang salah sama otakku kenapa aku gak bisa berpaling melihatnya. Mungkin aku butuh psikologi saat ini." gumam Bibie
Agar tidak terlarut-larut dalam ketidak warasan Bibie mengambil gawai dan segera menelepon Winda.
" Hallo Winda cepat kemasi barang-barangmu dan bergegas pulang kasihan Putri menunggu sampai ketiduran."
"Siap boss ini sudah selesai "
Bibie mematikan telpon dan menyuruh asistennya menggantikan jas yang dipakai dengan selimut agar Putri tidak merasa canggung saat bangun nanti.