"Gimana nih! sekarang kalian mau berencana pergi ke mana? Mumpung liburan 2 minggu, Asyik kan!" Ujar Aline seketika.
"Hm—mau gak ke hutan belantara yang gak keurus dibelakang—hm kalau gak salah dibelakang kebun teh lembang itu!" Ucap Pandhu sambil mengernyitkan keningnya.
"Bebas sih! Tapi yang penting kita pergi liburan buat adventure mencari hal yang mistis-mistis biar seru!" Semangat Elva penggemar berat cerita atau movie yang berbau horror.
"Astaga El—baru juga kemarin-kemarin kita udah nyari sensasi yang horror-horror! sekarang kamu mau pergi buat adventure yang gitu lagi! Aku gak bakal ikutan, kapok sama yang kemarin!" Vira memanyunkan bibirnya.
"Yah—kamu ra! gak asyik, kalau kamu gak mau yang horror-horror ngapain kamu gabung sama kita-kita!" Cerewet Surya.
"Biarin dong Surya kan Vira juga emang suka yang berbau horror cuma dia agak takutan dikit! Gak apa-apa lah kalau takut sedikit mah—kita juga kan manusia pasti punya rasa takut lah!" Ujar Raka membela Vira.
"Udah guys jangan bertengkar!" Aline mendinginkan suasana.
"Siapa yang bertengkar!" Ucap mereka bersamaan dengan kompak.
"Cie-Cie kompak!" Goda Pandhu.
"Aish—jadi gimana nih?!" Tanya Elva yang sudah tak sabaran.
"Hm—boleh gak aku yang nentuin kemana-mana-nya!" Tanya Surya memastikan.
"Bolehlah biar adil!" Jawab Raka sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Hm—kalian setuju gak? gimana kalau kita ke hutan belantara yang tadi Pandhu bilang!" Surya memastikan.
"Setuju!" Kompak semua.
"Vira lo kenapa?! Gak setuju? Biasanya lo yang paling semangat kalau berlibur gini walaupun lo takutan" tanya Aline keheranan.
"Gak deh kayaknya aku gak bakal ikut!" Vira memelas.
"Iya kenapa?" Pandhu terus keheranan.
"Ga tau ah!" Seru Vira langsung berdiri dan berlalu sambil melangkahkan kakinya menuju pintu keluar kelas.
"Ada yang aneh dari Vira!" Gumam Elva.
"Iya nih semenjak dari tadi kita ngomongin hal yang serem dia jadi gak semangat! Padahal biasanya dia yang paling semangat!" Ucap Surya merasa aneh.
"Yuk kita samperin Vira! Kita tanya baik-baik sama dia" ajak Raka sahabat yang paling bijaksana dan pengertian.
"Yuk!" Seru mereka bersiap-siap keluar kelas.
Ketika mereka berlari mengejar Vira, ternyata Vira sedang termenung sendirian di bangku kantin dengan bakso di depannya yang asapnya masih mengepul.
"Vira!" Seru mereka sambil tersenyum.
"Apa?!" Keluh Vira malas.
"Vira—cerita sama kita baik-baik!" Ucap Aline serius sembari tersenyum manis.
"Iya nih Ra—nanti kita bantu kalau kamu punya masalah yang gak bisa diselesaikan sama sendiri!" Ucap Elva dengan bijak.
"Kita kan sahabat–mau suka ataupun duka kita harus tetap bersama dan saling menjaga" Surya tersenyum.
"Yoi—Ra! Semangat Ra jangan putus asa" Singkat Pandhu terkekeh.
"Senyum dulu dong Ra—smile" ucap Raka sembari menarik kedua pipi Vira yang chubby.
"Hmm—" akhirnya Vira tersenyum tapi senyum itu akhirnya sirna karena Vira tidak bisa menyembunyikan perasaannya yang gak mood daritadi.
"Vira—cepet dong cerita sama kita!" Cerewet Elva.
"Ceritakan gak ya! Sebenarnya aku mau ceritain sama kalian tapi—aku takut terjadi sesuatu terhadap mereka, umm—Vira kamu harus positive thinking Ok, kamu bisa dan itu gak mungkin!" Batin Vira yang sedang kebingungan.
"Sebenarnya—" Vira akhirnya buka suara tapi akhirnya bungkam lagi.
"Viraa—to the point aja Ra jangan banyak basa-basi!" Kesal Surya yang sedari tadi menunggu Vira berbicara.
"Huft, Sebenarnya—" Vira akhirnya buka suara.
————————————
#HeiHeiJanganLupaTinggalkanJejakKalianDisini ?✨
#LikeCommentJugaYaaKalauKalianSuka ??