Entah bagaimana mulanya, kenapa bisa begini, Imera tak tahu sama sekali. Ia pingsan nyaris lebih dari delapan jam. Well, semua hal yang terjadi telah melampai batas dan di luar nalarnya. Kendati begitu, seorang dokter yang sempat memeriksanya berkata kalau Imera mengalami dehidrasi dan kelelahan, dokter itu juga menebak Imera sering bergadang dan jarang minum air mineral. Oh, itu agak benar memang, tetapi Imera jelas terjatuh bukan karena metabolisme tubuh yang menurun, juga karena rasa terkejutnya, merasa terancam. Dokter juga sempat mengusulkan agar Imera dirawat di rumah sakit sampai keadaannya pulih kembali. Tentu saja Imera menolak.
Matanya terbuka perlahan. Atmosfer agak dingin dan keadaan kamar yang gelap. Ia menatap ke jendela yang tersingkap setengah. Saat itu juga ia menyadari k