Hari sudah memasuki petang, tampak Andre dan Camelia masih sibuk berbicara satu sama lain. Kali ini, mereka memiliki kesempatan untuk mengenal lebih jauh setelah selama ini kesulitan untuk berbicara berdua karena urusan pekerjaan. Camelia mulai lebih terbuka kepada Andre, yang memang kharismanya berkilau dan menarik hatinya.
Bunda masih terlelap dalam tidurnya. Obat-obatan yang diminumnya membuat efek samping kantuk yang luar biasa. Suster mulai masuk ke dalam kamar untuk mengingatkan bahwa jam besuk sudah mau selesai.
“Kak, maaf sudah selesai jam besuk nya ya. Yang menunggu hanya bisa satu orang ya, kak.” ujar suster itu.
“Oh iya suster, saya akan segera pulang.” ujar Andre, disambut tatapan kecewa dari Camelia.
“Mel, Aku pulang dulu ya mel.” ujar Andre pamit kepada Camelia.
“Hmm iy