[Camelia’s POV]
Aku melihat Bunda dengan rasa sedih yang teramat dalam. Merasakan rasa sakit yang tidak terucap oleh Bunda, namun nampak di mataku. Ingin rasanya menukar posisiku dengan Bunda kali ini, melihatnya diam seperti menahan sakit sungguh menyiksaku.
“Bunda mau makan apa? Amel pesan ya. Tapi, Bunda harus janji untuk makan yang banyak apapun yang Amel pesan ya.” ujarku. Aku berharap Bunda menjawab pertanyaanku kali ini, aku merindukan Bunda yang selalu senang berburu kuliner enak denganku. Kesukaan Bunda, sirloin wagyu steak, juga aku usahakan untuk ada di rumah sakit, agar Bunda mau makan.
Tak lama berselang datang seorang suster ke dalam kamar.
“Selamat siang Nona, apa dengan keluarga Nyonya Amy?” tanya suster itu kepadaku.
“Iya suster, saya anaknya. Ada apa suster?” tanyaku