"Selamat pagi, Pak David dan Bu Anggun."
"Pagi."
Anggun dan David menundukan kepala mereka bersama-sama ketika mendengar sapaan dari beberapa karyawan yang berada di depan pintu lift, saat pintu lift tepat terbuka di lantai ke-25.
Keduanya lalu berjalan keluar dari dalam lift, melewati beberapa karyawan yang mulai sibuk bekerja di meja mereka menuju ke ruangan masing-masing.
"Anggun, tolong kamu ke ruangan saya sekarang."
Anggun yang terlihat akan memulai aktivitasnya di kantor pada pagi hari itu, mengurungkan niatnya sejenak saat mendengar titah dari atasannya.
Perempuan itu hanya menaruh tas tangannya yang berwarna hitam, lalu beranjak kembali menuju ruangan David.
"Permisi, ada yang bisa saya bantu, Pak?"
Anggun berjalan mendekat tepat di depan meja kerja David.
Berdiri di sana sambil memandang David yang tengah merapihkan meja kerjanya.
"Kamu duduk dulu di sana, di sofa."
Tanpa berbasa-basi, Anggun menuruti perintah atasan sekaligus kekasihnya itu.
Ia segera berjalan menuju sebuah sofa berwarna abu-abu tua yang terletak di sisi pintu masuk ruangan David.
Anggun yang tengah terduduk manis di atas sofa empuk, dikejutkan dengan langkah David yang mendekat.
Laki-laki berusia 36 tahun itu menenteng sebuah paper bag, kemudian meletakannya di hadapan Anggun.
"Apa ini?" tanya Anggun menunjuk ke arah paper bag berwarna coklat yang diserahkan oleh David.
"Strawberry Cheesecake. Kesukaan kamu. Makan dulu ini, baru mulai kerja."
Suara berat namun lembut milik David, mampu meluluhkan hati Anggun pada saat itu juga.
Anggun tak dapat menahan senyuman yang mulai muncul di sudut-sudut bibirnya.
Sembari tersipu malu, Anggun menarik paper bag tersebut mendekat padanya.
"Kamu ga makan juga? Masa cuma aku doang?"
Tanpa melihat ke arah David, Anggun bertanya pada laki-laki yang kini duduk tepat di depannya.
Mata Anggun berbinar menatap strawberry cheesecake berukuran sedang yang saat ini ia pegang.
"Aku udah sarapan di rumah. Lagian, aku kan ga begitu suka cheesecake. Yang suka itu kamu, jadi aku cuma pesen satu aja."
Lagi, David menjawab pertanyaan dari Anggun dengan suara yang lembut bagai menimang jiwa kekasihnya.
Dengan senyuman lebar, Anggun menganggukan kepalanya cepat layaknya anak kecil.
Mulut perempuan itu telah penuh dengan strawberry cheesecake yang diberi kekasihnya.
Suapan demi suapan terus masuk ke mulut Anggun, sampai tak terasa kue yang semula hampir penuh segenggaman tangan perempuan itu kini telah habis.
"Mau minum apa? Aku ada strawberry milkshake di kulkas. Aku ambilin ya."
David nampaknya memanjakan betul Anggun, ia bahkan tak membiarkan Anggun beranjak dari tempatnya untuk mengambil minum sendiri.
David juga terlihat telah menyiapkan minuman kesukaan Anggun untuk diminum kekasihnya itu.
"Eh, kamu juga beli strawberry milkshake segala? Padahal aku bisa minum air putih aja loh."
Kedua mata Anggun terus menyoroti langkah kaki David ke arah sebuah lemari pendingin berukuran sedang yang terletak di sudut ruangan lelaki itu.
David kembali berjalan mendekati Anggun, lalu menyerahkan botolan kaca berisikan strawberry milkshake yang Anggun sukai.
Lagi-lagi, perlakuan David sukses membuat Anggun kehabisan kata-kata untuk memuji kekasihnya itu.
David selalu saja sukses membuat Anggun nyaman dalam hubungan yang keduanya jalani, setelah hampir 3 tahun lamanya.
*****
Sejak awal hubungan David dan Anggun dibangun, David tak pernah kehabisan ide untuk membuat kejutan-kejutan kecil pada Anggun.
Dari mulai menyiapkan makanan kesukaan Anggun, ketika Anggun menyambangi kediaman David.
Membelikan berbagai barang mewah pada Anggun, meski Anggun telah menolaknya karena merasa tak enak pada David.
Sampai berbagai macam kejutan lainnya.
Jika kalian bertanya, mengapa keduanya menyimpan hubungan mereka secara rahasia?
Itu karena keputusan David dan Anggun yang merasa tak nyaman, jika hubungan mereka terlalu disorot oleh orang banyak.
Anggun sadar, ketika ia berkencan dengan seorang CEO yang namanya terkenal di sudut-sudut negeri ini, maka kemungkinan besar namanya juga akan didengar oleh banyak orang.
Anggun tak siap untuk hal itu.
Anggun tak ingin kehidupan pribadinya yang nyaman dan tak banyak diketahui oleh masyarakat umum, justru berubah.
Ia tak menyukai jika segala macam urusan yang menjadi ranah pribadi baginya kemudian beralih menjadi konsumsi publik.
Karenanya, Anggun meminta agar hubungan yang ia dan David jalani tak dipublikasikan ke mana pun.
Tak jauh berbeda dengan Anggun, David memiliki alasannya tersendiri untuk menyembunyikan hubungannya dengan Anggun dari sorotan kamera wartawan.
Terakhir, di hubungan pernikahan David dan mantan istrinya, David harus menelan mentah-mentah kenyataan pahit jika ia dan sang mantan istri harus berpisah karena kesalah pahaman yang melibatkan keduanya.
Di mana David dituduh telah mendua dengan salah seorang koleganya, akibat berita simpang siur yang tak tahu kejelasannya.
Meski David mencoba mempertahankan hubungan pernikahannya yang memang telah berada di ujung tanduk, namun David tak dapat berbuat banyak ketika mantan istrinya bersikeras untuk meminta cerai pada David.
Beruntung, kini David dapat menjalankan kehidupan asmaranya lagi dengan Anggun.
Perempuan yang telah menjadi sekretaris pribadinya sejak 4 tahun lalu.
David begitu mencintai Anggun.
Ia berusaha membuat Anggun nyaman dan merasa aman ketika berada bersamanya.
Seperti pada saat ini, di mana David memanjakan Anggun dengan berbagai makanan yang disukai oleh Anggun.
"Aku mau balik ke meja kerja aku ya. Takut juga nanti orang-orang curiga kalau aku lama-lama di sini."
Anggun berdiri dari tempat duduknya, bersiap untuk berjalan keluar dari ruangan David.
Sama halnya dengan Anggun, David juga nampak akan kembali menuju mejanya.
Namun lelaki itu lebih dulu mengambil strawberry milkshake yang masih tersisa setengah milik Anggun.
"Ini aku simpen di kulkas lagi ya, kalau kamu mau tinggal bilang."
Anggun mengangguk, lalu kembali berjalan menuju pintu di ruang kerja David.
Sudah berjalan selama kurang lebih 3 tahun hubungan Anggun dengan David, keduanya sama-sama tak pernah merasa bosan satu sama lain.
Mereka dapat memahami kebutuhan serta hal-hal yang disukai oleh masing-masing meski hubungan keduanya tak pernah dipublikasikan secara langsung.
Walau memang, terkadang Anggun merasa cemburu jika kolega David yang tak kalah cantik, mendekati lelaki itu secara terang-terangan.
Toh, yang orang-orang tahu sebenarnya jika David adalah lelaki single pasca perpisahannya dengan sang mantan istri.
"Nanti siang, kamu ke ruangan aku lagi ya. Kita makan siang bareng."
Lagi-lagi langkah kaki Anggun terhenti saat perempuan itu hampir saja mendorong pintu kayu dengan gagang pintunya yang telah Anggun pegang.
Sebelum pintu tersebut benar-benar terbuka, Anggun menyempatkan diri menjawab pertanyaan David sambil melayangkan sebuah kecupan pada David dari kejauhan.
Dengan tingkah yang manja dan terlihat agak genit, Anggun selalu sukses membuat laki-laki yang usianya hampir menyentuh kepala 4 itu merasakan lagi hal-hal lucu ketika jatuh cinta.