Story POV
Setelah satu jam Mella memasuki kamarnya, Noel dan Tiara akhirnya tiba dirumah. Melihat jam sudah menunjukkan pukul 14.30, Noel dan Tiara segera berlari menuju kamar Mella yang sebelumnya telah absen pada kedua orang tuanya.
“Kak Mella...”teriak Noel dan Tiara saat berada ditangga. Mella yang mendengarnya pun langsung menolehkan kepala kearah pintu. Tak lama muncul lah dua orang adik kesayangannya –Tiara dan Noel-.
“Kak Mella..”panggil mereka berdua dan langsung memeluk Mella yang lebih pendek dari mereka.
“Hai adek-adek kakak. Apa kabar kalian?”tanya Mella sambil membalas pelukan kedua adiknya.
“Baik kak.”jawab mereka kompak.
“Kakak sendiri bagaimana? Apa kabar kakak baik-baik saja? Tapi sepertinya kakak terlihat agak kurusan.”ucap Tiara.
“Kakak baik-baik aja kok. Cuma sewaktu nyusun skripsi, kakak sempat ga makan beberapa hari.”ucap Mella memberi penjelasan.
“Kak. Oleh-olehnya mana?”tanya Tiara dan Noel kompak. Mella yang melihatnya hanya tersenyum simpul dan langsung mengambil sebuah koper kecil yang berada di samping ranjangnya.
“Ini oleh-oleh untuk Tiara.”ucap Mella sambil memberikan sebuah bungkusan agak besar pada Tiara.
“Thanks sister.”ucap Tiara sambil memeluk Mella dan Mella hanya tersenyum.
“Sama-sama adikku. Sekarang ini buat Noel, sesuai dengan pesanannya. Kamu juga dapat surat dari Prince William langsung. Nih..”ucap Mella sambil memberikan oleh-oleh dan sebuah amplop berisi surat.
“WOW! You’re so lucky Noel.”ucap Tiara sambil memandang kagum kearah surat yang Noel terima.
“Haha. Orang ganteng memang selalu beruntung.”ucap Noel sambil membanggakan dirinya.
“Hahaha.. kalian ini memang penghibur hati kakak.”ucap Mella sambil memeluk kedua adiknya.
“Kak..”panggil Noel.
“Ya.”jawab Mella sambil melihat kearah Noel.
“Kakak mau temanin Noel ke garden party teman Noel?”tanya Noel sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Hmm. Kenapa tidak Tiara saja? Dia kan cantik, jadi terlihat serasi dengan kamu.”jawab Mella.
“Ga bisa kak. Kalau aku bareng kak Tiara, jadi pacarnya kak Tiara bareng siapa?”tanya Noel yang langsung mendapat tatapan tajam dari Tiara.
“Ha? Tiara sudah punya pacar?”tanya Mella tidak percaya. Sedangkan Tiara sendiri hanya dapat tersenyum malu sambil menunduk.
“Iya kak. Kakak ga marah, kan?”jawab Tiara balik tanya.
“Enggak kok, Kakak ga marah. Malahan kakak bahagia liat adek kakak yang cantik ini sudah punya kekasih. Tapi ingat, pacaran itu boleh. Namun ada batasannya dan cobalah pacaran dalam Tuhan. Jangan sekali-kali kamu berpacaran dalam nafsu.”jawab Mella yang langsung ditanggapi oleh Noel.
“Hm. Pantas saja kakak belum mendapatkan kekasih. Ternyata karena Tuhan alasannya.”ucap Noel.
“Tapi kan dulu kakak pernah menyukai teman kakak yang sangat taat pada agama.”ucap Tiara.
“Ya itu dulu. Sebelum kakak memutuskan untuk menjauhinya.”ucap Mella tampak sedih mengingat kembali kisah cintanya dulu.
“Kak, maaf. Tiara ga bermaksud buat kakak sedih.”ucap Tiara.
“Iya kak. Noel juga sama.”ucap Noel.
“Kakak ga sedih kok. Cuma kakak masih bertanya-tanya dalam hati. Apa jawaban yang dia berikan ke kakak setelah apa yang kakak lakukan padanya.”ucap Mella.
“Kak. Kami ngerti kok perasaan kakak. Tapi kakak harus percaya sama Tuhan, kalau rencana indah akan disiapkan oleh-Nya untuk kakak.”ucap Tiara.
“Iya kak. Lagi pula melihat kesuksesan kakak saat ini. Pria mana yang tidak menyukai kakak?”ucap Noel sambil membanggakan Mella yang berada disampingnya.
“Makasih ya adik-adik kakak. Kakak sayang sama kalian.”ucap Mella sambil memeluk kedua adiknya yang berada di kanan-kirinya.
“Kita juga sayang sama kakak.”ucap Tiara dan Noel bersamaan.
***
Noel POV
Akhirnya orang yang aku tunggu datang juga. Kak Mella adalah orang yang kami tunggu-tunggu kedatangannya. Sebenarnya aku adalah seorang mata-mata saat ini. Namun lucu juga rasanya memata-matai kakak sendiri. Sejak kedatangan kak Mella di bandara, aku telah memata-matai-nya dan semua gerak-gerik kak Mella telah aku laporkan pada seorang pria yang dulunya sangat dicintai oleh kakakku-Mella.
Hingga saat ini aku telah berada di kamar untuk memberitahukan kalau aku akan pergi ke pesta itu bersama dengan kak Mella. Ya benar, aku memang sengaja mengajak kak Mella karena ini semua sebahagian dari rencana ku dan ‘dia’. Haha.. kalian pasti penasaran siapa itu ‘dia’, kan? Haha.. abaikan saja si ‘dia’ untuk saat ini, karena kalian akan mengetahuinya nanti.
“Halo..”
“...”
“Iya.”
“...”
“Sudah, gue udah bilang ke dia tentang nanti malam.”
“...”
“Ok gue sekeluarga kesana.”
“...”
“See you bro.”
Akhirnya hari yang aku dan keluarga ku tunggu tiba juga. Hari ini si ‘dia’ akan mengadakan pesta kejutan untuk kak Mella di sebuah taman indah. Sebenarnya dia ingin membuat kejutan ini pada saat ulang tahun kak Mella. Namun aku beserta keluargaku Melarangnya, karena terlalu lama untuk menunggu hari itu tiba. Sekarang adalah waktu yang sangat tepat untuk kejutan yang tiada tara itu. Maka dari itu aku bersedia untuk menjadi mata-mata kakakku sendiri. Huft, melelahkan memang. Tapi untuk kebahagiannya apapun akan aku lakukan.
***
Story POV
Malam pun tiba, Mella beserta Noel telah siap untuk pergi ke pesta tersebut. Mella memakai sebuah gaun berwarna putih selutut dengan rambut yang dibiarkan terurai panjang, ia juga mengenakan sepatu tinggi berwarna hitam dan make up yang sangat natural. Noel sendiri hanya memakai kemeja Hitam dengan rambut sedikit berantakan gaya anak muda sekarang. Untuk saat ini mereka terlihat seperti sepasang kekasih, bukan sepasang kakak-adik.
“Kak, kita pergi sekarang?”tanya Noel.
“Ya, baiklah.”jawab Mella dan mereka pun pergi dengan menggunakan lamborghini milik Mella.
Sepanjang perjalanan, Mella tampak sedikit gelisah karena sejak Noel mengajaknya untuk ikut kepesta temannya, dia merasa seperti ada yang disembunyikan darinya. Sebenarnya Mella sendiri ingin bertanya langsung soal itu pada Noel, namun dia langsung mengurungkan niatnya melihat Noel yang sedari tadi hanya diam.
Tak lama setelah perjalanan yang cukup lama, mereka pun tiba di sebuah taman rumah yang cukup luas di daerah Tanjungpinang. Noel dan Mella pun keluar dari mobil secara serentak. Noel yang tadinya berada di seberang Mella, kini telah berada di samping Mella.
“Ayo kak, kita masuk.”ajak Noel.
“Eh, iya. Tapi kok sepi sih?”tanya Mella yang melihat kesekeliling kalau tidak ada mobil lain yang terparkir selain mobilnya.
“Hmm. Perasaan kakak aja kali. Di dalam rame kok.”ucap Noel yang hanya diangguki oleh Mella.
Setelah itu Mella dan Noel masuk ke dalam rumah tersebut. Namun saat tiba ditengah taman, Noel berlari kecil meninggalkan Mella yang tengah melihat ke sekelilingnya. Sesaat Mella menyadari kalau saat itu tidak ada orang lain selain dirinya dan Noel.
“Noel, kok ga ada orang selain kita?”tanya Mella yang melihat kearah Noel berdiri tadi. Namun nihil, Mella juga tidak menemukan Noel yang tadi berdiri di sampingnya.
“Noel...”panggil Mella.
“Kamu kemana, No? Jangan main-main deh.”ucap Mella yang dilanda kepanikan. Akhirnya tak lama Mella dikejutkan oleh sebuah cahaya lampu yang menyorotinya dan panggung kecil yang tiba-tiba saja muncul ditengah taman. Namun panggung yang dilihatnya tidak kosong, melainkan ada seorang pria tengah bermain gitar sambil menyanyikan sebuah lagu yang sangat-sangat membuat Mella terharu mendengarnya. Lagu lama yang dahulu sempat menjadi angan-angannya dinyanyikan oleh orang yang dia cintai dulu. sekarang orang yang dicintai itu berada ditengah-tengah panggung sambil menyanyikan lagu itu, diiringi oleh gitar yang dipegangnya.