Hari kelima tiba dengan langit kelabu. Tim menjelaskan rencana penanganan pada keesokan hari dan memastikan Kiran masih memahami persetujuannya. Tidak ada yang menyebut tindakan itu sebagai kepastian sembuh. Mereka membicarakan kebutuhan umum sebelum dan sesudahnya serta siapa yang akan mengabari pendamping.
Kiran meminta agar Banyu menjadi kontak utama, sementara Rio tetap berada di rumah sakit jika ia dibutuhkan. Prima menyetujuinya. Rio menahan diri untuk tidak menawarkan perubahan, walau ia merasa asing menjadi orang yang menunggu.
Banyu datang membawa beberapa barang dari kost. Ia juga menyampaikan bahwa pemilik rumah telah memperbaiki pintu dan kamar Kiran tetap terkunci. Kiran memintanya menyimpan kunci sampai ia dapat pulang sendiri. Banyu berkata akan menjaga barangnya.
"Lo enggak perlu merasa harus balik ke kost itu," katanya.
"Aku tahu. Tapi aku juga enggak mau kehilangan pilihanku."
Banyu memahami. Kiran ingin rumah kecil itu tetap menjadi tempat yang pernah ia pilih sendiri, meski kelak ia mungkin memutuskan pindah.
***
Bella datang selepas bekerja. Ia membawakan makanan ringan yang sesuai izin tim. Mereka duduk bersama dan berbicara tentang hal-hal yang tidak berkaitan dengan rumah sakit. Bella bercerita tentang pelanggan yang meminta rekomendasi menu, dan Kiran tertawa ketika mendengar nama panggilan yang diberikan rekan kerja.
"Aku kangen kerja," kata Kiran.
"Kamu bisa kembali kalau sudah waktunya. Enggak harus membuktikan apa pun besok."
Kiran mengangguk. Ia ingin hidupnya memiliki hal-hal lain selain sakit dan hubungan lama. Ia meminta Bella mengabari tempat kerja bahwa ia akan mengambil waktu pemulihan dan belum tahu kapan kembali. Bella berjanji menyampaikan tepat seperti itu.
Rio datang setelah Bella pulang. Ia membawa foto lama yang pernah Kiran tinggalkan di mobilnya, tetapi ia tidak langsung menyerahkannya. Ia bertanya apakah Kiran ingin menyimpannya. Kiran terkejut ia masih memiliki foto itu.
"Aku menemukannya saat pindah barang. Kalau kamu enggak mau, aku bisa menyimpannya atau membuangnya."
Kiran memilih menyimpannya. Rio meletakkannya di meja, tidak mengubahnya menjadi simbol bahwa hubungan mereka kembali.
Mereka duduk melihat hujan mulai turun. Kiran berkata ia ingin percaya pada hari esok, tetapi tidak mau dipaksa optimistis. Rio menjawab ia juga takut, dan ia tidak akan menyuruh Kiran merasa berbeda.
Mereka berbicara tentang hal sederhana yang ingin Kiran lakukan bila kondisi memungkinkan: makan di restoran saat tidak ramai, berjalan dekat kost, menyelesaikan buku yang sempat ia tinggalkan. Rio tidak menjanjikan semua itu akan terjadi. Ia hanya mendengarkan daftar tersebut.
Malam itu terasa dipinjam, namun tetap milik Kiran. Ia mengatur siapa yang datang dan kapan mereka pulang. Ia memutuskan kapan ingin bicara dan kapan ingin diam. Untuk sekali ini, masa depan tidak harus dipastikan agar hari ini tetap bermakna.
Pada hari kelima, Kiran meminta Banyu membantunya memilih pakaian untuk esok hari. Ia tidak tahu persis apa yang akan terjadi, tetapi ingin mengenakan baju yang nyaman. Banyu mengeluarkan dua pilihan dari tas. Kiran memilih yang berwarna biru dan meminta sisanya disimpan.
Bella datang membawa selimut tipis yang biasa dipakai Kiran di kost. Ia bertanya apakah Kiran ingin menyimpannya dekat ranjang atau di tas. Kiran memilih dekat ranjang. Bella meletakkannya tanpa mengatur barang lain.
***
Prima dan Rama menjelaskan persiapan umum untuk hari berikutnya. Kiran bertanya kapan ia akan menerima pembaruan dan siapa yang akan berbicara dengannya. Mereka menjawab satu per satu. Kiran meminta agar Rio tidak menjadi pembawa kabar klinis. Rio menyetujui.
Kiran juga menanyakan apakah ia dapat membatalkan persetujuan bila muncul pertanyaan baru. Prima menjelaskan ia dapat menyampaikan keraguan dan tim akan membahasnya. Ia tidak memaksa Kiran mempertahankan keputusan hanya karena sudah menandatangani.
Setelah dokter pergi, Kiran berkata ia merasa semakin takut. Banyu menjawab rasa takut itu boleh ada. Bella mengingatkan keputusan bukan bukti bahwa ia harus selalu berani. Kiran mengangguk.
***
Rio datang setelah mendapat pesan. Kiran bertanya apakah ia sanggup menunggu tanpa meminta kabar terus-menerus. Rio menjawab ia akan mengikuti pembaruan resmi. Ia mungkin akan cemas, tetapi ia tidak akan menekan staf atau Banyu.
Kiran mengatakan ia ingin Rio tinggal di rumah sakit, tetapi tidak harus berjaga di depan pintu. Ia boleh beristirahat dan makan. Rio bertanya apakah ia ingin ia pergi malam itu. Kiran meminta ia pulang dan datang pagi jika diizinkan.
Rio menerima. Ia berkata ia akan mengirim satu pesan sebelum tidur agar Kiran tahu ia sudah pulang. Kiran setuju, tetapi meminta ia tidak menunggu balasan.
***
Kiran dan Banyu berbincang tentang hidup setelah perawatan. Kiran tidak yakin kapan dapat bekerja lagi. Banyu berkata mereka akan melihat keadaan, bukan membuat tenggat sekarang. Ia juga mengatakan restoran tetap membutuhkan orang, tetapi keputusan kembali bekerja adalah milik Kiran.
Kiran merasa tidak lagi harus menjanjikan akan cepat pulih. Ia bisa menjalani proses sesuai kemampuan.
Malam itu ia mendengar hujan ringan. Bella sudah pulang dan Banyu menunggu di ruang tunggu. Kiran menaruh buku catatannya di laci dan memejamkan mata. Ia takut, tetapi takut itu tidak lagi berarti ia harus menghindar. Esok hari akan tiba, dan ia akan tetap memiliki suara.
Kiran meminta perawat menjelaskan kembali jadwal esok hari dengan lebih ringkas. Ia tidak ingin menerima terlalu banyak informasi sekaligus. Perawat mengulang poin penting dan bertanya apakah Kiran ingin catatan tertulis. Kiran mengiyakan.
***
Banyu membantu menaruh catatan di meja. Kiran mengaturnya agar mudah dijangkau, lalu meminta ia tidak membacanya tanpa izin. Banyu berkata ia akan bertanya. Kiran merasa batas kecil itu juga berlaku pada sahabat.
Mereka berbincang soal musik yang diputar pelan di ruang tunggu. Kiran meminta lagu dimatikan setelah satu lagu selesai. Banyu menyampaikan permintaan itu kepada perawat dan musik dimatikan. Kiran merasa didengar.
Bella bertanya apakah Kiran ingin ia membawa sesuatu untuk membuat kamar lebih nyaman. Kiran memilih satu selimut dan menolak bantal tambahan. Bella memenuhi permintaan itu tanpa membawa barang lain.
***
Kiran menyadari ia dapat menerima satu hal dan menolak hal lain. Ia tidak perlu menerima semua bantuan sekaligus agar orang lain tidak tersinggung. Batas itu membuatnya merasa lebih siap menghadapi hari esok.
=