Menjelang siang, Prima mengizinkan satu pesan singkat disampaikan kepada Kiran melalui anggota tim. Rio tidak menulis panjang. Ia hanya berkata bahwa Banyu, Bella, Naya, Antoni, dan dirinya menunggu, dan Kiran tidak perlu membalas.
Prima memastikan pesan itu sesuai keinginan Kiran yang sebelumnya disampaikan. Ia tidak membacakan kata-kata itu dengan nada dramatis. Ia hanya menyampaikan bahwa orang-orang yang Kiran pilih masih berada di rumah sakit.
***
Kiran mendengar kabar itu dalam keadaan lelah. Ia tidak bisa menanggapi dengan banyak kata, tetapi ia menggerakkan jari sedikit. Tim mencatat responsnya dan melanjutkan pemantauan. Ia tidak meminta Rio masuk; ia tahu ia akan melihatnya setelah diizinkan.
Di ruang tunggu, Rio membayangkan pesan itu sampai kepada Kiran. Ia bertanya kepada Prima apakah ada balasan. Prima berkata tidak ada pesan verbal dan meminta Rio tidak menafsirkan gerakan yang tidak dijelaskan tim. Rio menyetujui. Ia tidak akan mengubah setiap tanda menjadi kabar yang ia inginkan.
Naya menyentuh bahu putranya. "Kamu sudah melakukan yang bisa kamu lakukan."
Rio menjawab ia belum tahu apakah itu cukup. Naya berkata cukup atau tidak cukup bukan sesuatu yang dapat ia putuskan sebelum mengetahui keadaan Kiran. Yang perlu ia lakukan sekarang adalah terus menghormati tim dan dirinya sendiri.
Banyu keluar sebentar untuk menelepon restoran. Ia meminta pegawai menjaga jadwal tanpa mengumumkan keadaan Kiran. Ia tidak membagikan informasi pribadi. Setelah telepon selesai, ia kembali ke ruang tunggu dan duduk tanpa membuat keributan.
***
Beberapa jam kemudian, Prima keluar. Ia mengatakan Kiran telah melewati tahap utama dan kini membutuhkan pemantauan. Kondisinya belum dapat dinilai sebagai hasil akhir. Mereka harus menunggu.
Rio menunduk. Bukan lega penuh, melainkan ruang kecil untuk bernapas. Ia mengucapkan terima kasih dan tidak bertanya hal yang belum bisa dijawab.
Mereka memutuskan bergiliran istirahat. Bella dan Naya pulang sebentar untuk mengambil barang. Antoni tetap di rumah sakit. Banyu menemani Rio. Ketika Rio mulai berjalan mondar-mandir lagi, Banyu mengingatkan bahwa Kiran meminta mereka hadir, bukan menghukum tubuh sendiri.
"Lo harus tetap hidup juga, Ri."
Rio berhenti. Ia mengambil air dan duduk. Ia mulai memahami bahwa menjaga Kiran malam itu bukan berarti mengorbankan dirinya sampai kehilangan kendali. Ia harus mampu mendengar kabar dan hadir ketika Kiran sadar, jika Kiran menginginkannya.
Malam menjelang. Hujan kembali turun, tipis di balik jendela. Rio teringat malam di kafe ketika ia salah menafsirkan keheningan Kiran. Kini ia berusaha tidak mengisi diam dengan cerita yang dibuat sendiri. Ia menunggu fakta, sebagaimana Kiran berhak menerima penjelasan yang sebenarnya.
Menjelang siang, Renaldy mendapat izin singkat untuk menyampaikan pesan kepada Kiran melalui tim. Ia bertanya kepada Rio apa yang ingin disampaikan. Rio tidak membuat pidato. Ia berkata, "Kamu tidak perlu membalas. Aku di sini, dan aku tidak menyalahkan siapa pun."
Prima memastikan pesan itu boleh disampaikan dan tidak mengganggu perawatan. Tidak ada tanda jelas bahwa Kiran mendengarnya. Rio menerima bahwa pesan tersebut mungkin hanya kata-kata yang ia butuhkan sendiri.
***
Bella duduk bersama Naya dan bercerita bahwa Kiran pernah mengajarinya memasak sederhana. Ia sempat menyalahkan dirinya karena kejadian dengan Dika, tetapi Kiran selalu berkata bahwa pilihan Dika bukan tanggung jawabnya. Bella kini berusaha menerapkan hal yang sama kepada dirinya.
Naya berkata Kiran banyak memberi, tetapi ia tidak harus terus memberi sampai kehilangan dirinya. Bella mengangguk dan berkata ia akan mengingatnya.
Banyu lalu bercerita tentang hari pertama Kiran bekerja di restoran. Kiran datang lebih awal dan salah menyusun daftar meja, tetapi dengan percaya diri berkata ia sedang membuat sistem baru. Mereka tertawa kecil mengingatnya.
Rio menyimak. Kenangan itu membuatnya sedih dan hangat bersamaan. Ia tidak meminta orang lain berhenti bercerita. Kiran lebih dari seorang pasien yang sedang menjalani tindakan.
***
Prima memberi kabar bahwa tahap utama selesai, tetapi Kiran masih membutuhkan pemantauan. Ia tidak dapat memastikan hasil akhir. Rio bertanya apakah tim membutuhkan sesuatu. Prima menjawab saat ini keluarga hanya perlu mengikuti aturan kunjungan dan beristirahat.
Rio mengucapkan terima kasih. Ia duduk kembali. Ia ingin membuka catatan Kiran, tetapi menahan diri karena ia tidak tahu apakah itu yang Kiran inginkan. Buku itu tetap disimpan bersama barang pribadi.
Antoni berkata keputusan untuk tidak mengoperasi bukan berarti Rio meninggalkan pasien. Rio menjawab ia paham, tetapi perasaannya belum mengikuti. Antoni mengatakan ia tidak harus menyelesaikan semuanya hari itu.
***
Setelah beberapa jam, Kiran dipindahkan ke ruang pemulihan. Banyu menjadi orang pertama yang masuk setelah izin. Ia menyapa Kiran, mengatakan semua orang menunggu dan ia boleh beristirahat. Kiran belum menjawab.
Rio menunggu gilirannya. Ia menahan diri untuk tidak masuk tanpa izin. Hari itu panjang, tetapi ia mulai memahami bahwa kasih sayang dapat hadir sebagai kesediaan menunggu di luar.
Rio meminta Antoni mengabari staf bahwa ia tidak ingin menerima pembaruan melalui jalur direktur. Ia akan menunggu informasi sebagai pendamping yang telah diizinkan, dan Banyu tetap kontak utama.
Antoni memastikan sekretariat memahami batas itu. Rio merasa aneh harus menolak jalur cepat, tetapi ia tahu akses istimewa tidak selalu berarti benar.
***
Ketika pembaruan datang, Rio mendengar Prima tanpa menyela. Ia mencatat hal yang memang boleh diketahui dan tidak menyebarkannya lebih jauh. Ia mulai menghormati privasi Kiran bahkan ketika rasa takutnya mendorong untuk mengetahui semua hal.
Bella bertanya kepada Banyu apakah ada kabar yang dapat dibagikan. Banyu menjawab hanya informasi umum dari Prima. Mereka tidak menebak kondisi Kiran.
***
Rio berkata ia akan menunggu sampai jadwal pembaruan resmi. Banyu mengingatkan ia tidak harus mengisi waktu dengan memeriksa ponsel. Rio mencoba menyimpan ponsel dan berbicara tentang hal lain.
Mereka membahas menu restoran yang Kiran sukai. Percakapan itu memberi mereka ruang menjadi teman dan rekan, bukan hanya orang yang cemas.
Renaldy menanyakan apakah Rio ingin ditemani di luar ruangan. Rio mengiyakan. Mereka berdiri di dekat jendela dan membicarakan hal yang ringan.
***
Renaldy tidak memberi nasihat tentang hasil atau cara berduka. Ia hanya bertanya apakah Rio sudah minum. Rio menjawab belum, lalu menerima air.
Tindakan kecil itu membuatnya sadar bahwa bantuan tidak harus berupa solusi besar. Kadang seseorang hanya perlu mengingatkan hal yang terlupakan.
=