Pada hari ketujuh, keluarga mendapat kesempatan berkumpul bergantian. Kiran lebih sadar untuk beberapa saat, meski masih sangat lemah. Banyu masuk bersama Bella. Kiran menggerakkan matanya ketika Bella menyapa. Mereka menahan diri agar tidak memenuhi ruangan dengan pertanyaan.
"Kami di sini," ujar Bella.
Kiran memberi respons kecil. Banyu bertanya apakah ia ingin Rio masuk. Kiran mengangguk. Rio datang setelah tim mengizinkan. Ia duduk tanpa jas dokter dan meletakkan kedua tangan di pangkuan.
"Jangan menyalahkan Bella," kata Kiran dengan suara nyaris tak terdengar.
Rio mendekat sedikit, memastikan ia mendengar. "Aku tidak menyalahkannya."
Kiran memejamkan mata. Ia mungkin kelelahan, tetapi kalimat itu penting baginya. Rio menunggu, lalu bertanya apakah ia ingin berhenti bicara. Kiran mengangguk.
***
Setelah kunjungan, Rio keluar dan menemukan Bella menangis di lorong. Ia menawarkan tisu, bukan pelukan, sampai Bella mengangguk. Bella berkata ia takut Kiran merasa bertanggung jawab atas dirinya. Rio menjawab Kiran telah memilih menolong, tetapi kekerasan tetap sepenuhnya tanggung jawab Dika.
Banyu menambahkan bahwa mereka tidak boleh mengubah kebaikan Kiran menjadi kewajiban bagi semua orang. Bella mengangguk dan berkata ia akan mengingatnya.
Prima memanggil Banyu dan Rio untuk menjelaskan bahwa kondisi Kiran belum stabil. Ia mengatakan tim akan membicarakan kembali pilihan yang tersedia jika diperlukan. Banyu menjadi pendamping utama karena Kiran telah menetapkannya. Rio tidak meminta dilibatkan lebih jauh.
"Kalau ada hal yang harus diputuskan, Kiran yang menentukan selama ia mampu," ujar Prima. "Jika kapasitasnya berubah, kami akan mengikuti aturan dan keinginannya yang sudah tercatat."
Rio mendengar dengan dada sesak. Ia tidak ingin memikirkan kemungkinan Kiran tidak dapat berbicara untuk dirinya sendiri. Namun ia juga tahu kehendak Kiran harus tetap dihormati, bahkan ketika dirinya tak sanggup menerima keadaan.
Antoni menemui Rio malam itu. Ia berkata rumah sakit dan tim akan melakukan tanggung jawabnya, tetapi Rio harus menjaga dirinya agar tidak membuat keputusan dari rasa bersalah. Rio berkata ia tidak tahu bagaimana caranya.
"Mulai dari satu hal. Ikuti batas yang Kiran minta."
Rio kembali duduk dekat ruang rawat. Ia tidak memeriksa berkas dan tidak menanyai staf. Ia hanya menunggu waktu kunjungan berikutnya. Saat perawat mengizinkan, ia masuk sebentar dan menyampaikan bahwa Bella tidak disalahkan. Kiran tidak menjawab, tetapi Rio melihat napasnya teratur.
Ia tidak menafsirkan itu sebagai janji. Ia hanya duduk dalam waktu yang diberikan, di sisi yang sama dengan orang-orang yang mencintai Kiran tanpa menuntut siapa pun untuk menjadi pahlawan.
Pada siang hari, Banyu meminta Rio berbicara di luar. Ia mengatakan Kiran tidak seharusnya menanggung ketegangan mereka. Rio menjawab ia tidak akan menuntut Banyu memaafkannya atau menghindari Kiran.
Banyu berkata ia tidak tahu apakah mereka bisa menjadi teman lagi, tetapi ia akan tetap berada di rumah sakit sebagai pendamping yang dipilih Kiran. Rio berterima kasih dan berjanji tidak akan mengganti perannya.
***
Bella mendengar sebagian percakapan dan berkata ia takut konflik lama mereka akan membuat Kiran merasa bertanggung jawab. Banyu menjawab ia akan menjaga kata-katanya. Rio berkata mereka dapat bicara tentang masalah itu di waktu lain, bukan di depan Kiran.
Bella bertanya apakah Rio akan kembali bekerja sebagai dokter setelah ini. Rio berkata ia tidak tahu. Ia tidak ingin membuat keputusan dari ketakutan, tetapi saat ini ia tidak mampu membayangkan kembali operasi.
***
Saat Kiran sadar, Banyu mengabarkan bahwa semua orang di luar baik-baik saja. Ia berkata tidak ada yang bertengkar dan mereka sedang menunggu. Kiran menggerakkan tangan sedikit. Banyu bertanya apakah ia ingin Rio masuk. Kiran mengangguk.
Rio duduk dan Kiran menatapnya. "Jangan berantem sama Banyu."
"Aku tidak akan."
"Kalau dia belum memaafkan, jangan paksa."
"Aku tahu."
Kiran terlihat lelah. Rio bertanya apakah ia ingin ia keluar. Kiran meminta ia duduk sebentar. Mereka berbicara tentang restoran dan kerja. Kiran berkata ia ingin mencoba kembali suatu hari nanti, tetapi belum tahu kapan. Rio menjawab ia akan membantu memberi kabar tanpa menganggapnya janji.
***
Setelah kunjungan, Rio mengakui kepada Banyu bahwa ia tak ingin menjadi satu-satunya orang yang Kiran kenang. Banyu menjawab Kiran tidak akan mengurangi cinta kepada satu orang demi mencintai orang lain. Rio merenungkan itu.
Malamnya, Naya bercerita tentang Kiran yang sopan saat mereka pertama bertemu, tetapi terlihat selalu berhati-hati menerima bantuan. Ia menyesal tidak bertanya apa yang Kiran perlukan. Rio berkata kini mereka bertanya, walau waktu mereka terbatas.
Mereka tidak tahu berapa lama lagi. Mereka hanya berusaha agar setiap kunjungan tidak menjadi tuntutan, melainkan ruang yang Kiran pilih.
Naya membawakan selimut kepada Bella dan bertanya apakah ia ingin beristirahat. Bella berkata ia takut jika pergi, Kiran memerlukannya. Naya mengatakan perawat dan Banyu tetap ada, dan Bella boleh menjaga dirinya juga.
Bella memutuskan tidur sebentar di ruang keluarga. Ia meminta Banyu menghubungi bila Kiran meminta dirinya. Banyu menyanggupi.
***
Rio menyadari para pendamping sedang berbagi beban. Ia tidak menganggap dirinya harus bertahan paling lama. Ia menerima tawaran Antoni untuk pulang mandi, lalu kembali sebelum waktu kunjungan berikutnya. Ia memberi tahu Banyu agar ia tidak perlu menunggunya.
Kebiasaan kecil itu mengubah cara Rio menghadapi kecemasan: ia tidak lagi menyamakan rasa cinta dengan berjaga tanpa henti.
Naya menyarankan Bella mengambil waktu makan. Bella takut meninggalkan rumah sakit. Banyu berkata ia akan memberi kabar jika Kiran meminta. Bella pergi sebentar dan kembali setelah makan.
***
Rio melihat bahwa semua orang dapat bergantian tanpa mengurangi kepedulian. Ia mengambil waktu tidur singkat dan meminta Antoni membangunkannya bila ada kabar resmi.
***
Ia terbangun dan tidak langsung bertanya. Ia minum air, lalu menunggu sampai Banyu menyampaikan pembaruan. Perubahan kecil itu membantu dirinya tidak bertindak dari panik.
Bella bertanya apakah Kiran ingin ia membawakan kartu ucapan dari restoran. Kiran mengangguk. Bella membacakan satu pesan yang singkat dan tidak menyebut hasil atau harapan tertentu.
Kiran mendengarkan, lalu meminta kartu disimpan. Bella menaruhnya di meja dan tidak memaksa Kiran memberi tanggapan. Teman-temannya dapat hadir tanpa menuntut ia membalas.
=