Hari kesembilan, Kiran sempat sadar lebih lama. Tim tetap membatasi kunjungan, tetapi ia meminta Banyu menyampaikan bahwa ia ingin berbicara dengan Rio. Rio masuk setelah mendapat izin. Ia berdiri di samping ranjang sampai Kiran memberi isyarat agar ia duduk.
"Sudah berapa lama?" tanya Kiran.
"Sudah beberapa hari," jawab Rio. Ia tidak menutupi keadaan, tetapi tidak memberi detail yang tidak ia ketahui.
Kiran tampak mengingat percakapan mereka sebelumnya. Ia meminta Rio menceritakan hal yang terjadi di luar, bukan laporan medis. Rio bercerita hujan turun hampir setiap sore dan restoran sedang dijaga Fahri. Kiran mendengar tanpa menanggapi panjang.
"Aku ingin kamu tetap jadi direktur," katanya kemudian. "Kamu bisa berhenti melakukan operasi kalau sudah enggak sanggup, tapi jangan pikir kamu cuma berguna kalau bisa menyelamatkan orang dengan tanganmu."
Rio terpaku. Kiran tidak tahu apa yang akan terjadi, namun ia melihat ketakutan Rio sejak awal. Ia tidak meminta ia berhenti bersedih. Ia meminta ia tidak mengukur harga dirinya hanya dari hasil operasi.
Rio menunduk. "Aku belum tahu apa yang bisa kulakukan."
"Kamu enggak harus tahu hari ini."
***
Prima masuk untuk memeriksa keadaan Kiran dan memberi waktu. Kiran mengatakan ia ingin melanjutkan pembicaraan nanti jika masih kuat. Rio keluar sesuai permintaan. Di lorong, ia duduk dan menutup wajah dengan kedua tangan.
Renaldy bertanya apakah ia ingin ditemani. Rio mengangguk. Ia mengakui ia tidak sanggup membayangkan ruang operasi setelah apa pun terjadi pada Kiran. Renaldy berkata ia tidak perlu memutuskan masa depan hari itu. Ia hanya perlu jujur kepada dirinya sendiri ketika waktunya tiba.
Rio berkata ia takut keputusan untuk berhenti akan terasa seperti menyerah. Renaldy membalas bahwa memilih batas demi keselamatan pasien bukan menyerah. Ia bisa tetap mengabdi melalui peran lain.
Rio belum mampu menerima sepenuhnya, tetapi ia mendengarkan. Ia mulai melihat bahwa ada kehidupan profesional di luar meja operasi, meski kehilangan Kiran akan membuat semua hal tampak berbeda.
Kiran beristirahat. Banyu dan Bella bergantian menunggu. Mereka tidak mengulang kata-kata terakhirnya seolah itu pasti menjadi pesan perpisahan. Mereka tetap memperlakukannya sebagai seseorang yang masih hidup dan punya hak memilih percakapan berikutnya.
Menjelang sore, Rio kembali diizinkan masuk. Ia tidak membawa janji atau berita. Ia duduk dan berkata, "Aku masih di sini." Kiran membuka mata sebentar. Rio tidak meminta jawaban. Ia tinggal dalam hening yang diizinkan, lalu keluar ketika Kiran mulai lelah.
Rio tidak langsung membicarakan percakapan itu kepada siapa pun. Ia berjalan ke ruang tunggu dan meminta Renaldy menemaninya ke taman kecil. Ia berkata Kiran mengingatkan bahwa dirinya bukan hanya dokter yang dapat menyelamatkan orang.
Renaldy bertanya apakah Rio merasa kalimat itu membebaskan atau justru menambah takut. Rio menjawab keduanya. Ia takut suatu hari akan kembali mengoperasi dan mengalami kegagalan lain, tetapi ia juga takut kehilangan bagian hidupnya yang paling ia kenal.
"Lo boleh belum tahu," kata Renaldy.
Rio mengangguk. Ia akan membicarakan kesiapan kerja dengan tim, bukan menentukan sendiri saat emosinya sedang tinggi.
***
Naya memberi tahu bahwa Kiran meminta orang-orang tidak menyalahkan Bella. Rio mengatakan ia telah berjanji. Naya berkata pesan itu mungkin juga penting bagi Bella untuk mendengar, tetapi ia akan menunggu izin Kiran dan tidak menyampaikan hal-hal yang tidak diminta.
Mereka sepakat meminta Banyu menjadi penyampai karena ia kontak utama. Rio tidak akan menggunakan akses direktur untuk mengatur siapa yang masuk.
***
Menjelang sore, Kiran sadar sebentar. Rio menunggu di lorong sampai Banyu menyampaikan bahwa Kiran ingin ia datang. Rio duduk dan bercerita bahwa rumah sakit tetap berjalan tanpa dirinya berada di ruang operasi. Ia mengatakan Rama dan tim menangani keadaan yang muncul.
Kiran mendengar, lalu bertanya apakah Rio merasa marah karena harus mundur. Rio menjawab ia merasa kehilangan, tetapi juga tahu itu keputusan yang tepat untuk sekarang.
"Jangan paksa dirimu membuktikan apa pun untuk aku," ucap Kiran.
"Aku tidak akan."
Kiran meminta Rio membuka tirai sedikit. Ia ingin melihat langit yang mendung. Rio bertanya pada perawat apakah boleh, lalu melakukannya. Hujan belum turun, tetapi awan tebal menutupi sebagian cahaya.
Kiran tidak berkata apa-apa lagi. Rio tinggal beberapa menit sampai ia tertidur. Ketika keluar, ia tidak memberi tahu Banyu bahwa Kiran tampak membaik. Ia hanya mengatakan Kiran beristirahat.
***
Rama menjelaskan bahwa kondisi belum stabil. Rio menerima berita itu tanpa bertanya apakah kata-kata Kiran adalah pertanda. Ia mulai belajar mendengar kalimat Kiran sebagai sesuatu yang ia maksud saat itu, bukan sebagai teka-teki tentang masa depan.
Malamnya Rio menulis dalam catatan ponsel: aku tidak harus tahu bagaimana hidup nanti, tetapi aku bisa meminta bantuan saat ini. Kalimat itu belum terasa benar sepenuhnya, tetapi ia menyimpannya.
Kiran meminta perawat menyampaikan bahwa ia ingin melihat Banyu setelah istirahat. Rio keluar dan memberi tempat. Ia tidak bertanya apakah Kiran masih mencintainya atau apakah kata-kata tadi berarti mereka kembali.
***
Saat Banyu masuk, Kiran berkata ia ingin ia tetap menjadi sahabat, tetapi tidak ingin ia merasa bertanggung jawab atas semua pilihannya. Banyu menjawab ia akan membantu sesuai yang diminta dan menjaga hidupnya sendiri juga.
Kiran merasa lega. Rio menunggu di luar dan menerima bahwa ia bukan satu-satunya orang yang dekat dengannya.
Rio meminta perawat menyampaikan apakah Kiran ingin beristirahat setelah percakapan. Perawat menjawab iya. Rio keluar dan memberi tahu Banyu bahwa Kiran lelah, bukan meminta mereka membahas isi percakapan.
***
Ia berjalan ke taman kecil dan duduk sendirian beberapa menit. Ia merasa lega Kiran masih bisa berbicara, tetapi ia tidak mengubah rasa lega itu menjadi perkiraan tentang hasil.
***
Saat kembali, ia duduk bersama Renaldy dan menceritakan bahwa Kiran meminta ia tidak mengukur dirinya hanya dari operasi. Renaldy bertanya apakah ia siap mendengar itu. Rio menjawab belum sepenuhnya, tetapi ia ingin mencoba.
=