Rio tertidur singkat di kursi ruang tunggu dan terbangun ketika Antoni menyentuh bahunya. Wajahnya terlihat pucat. Antoni menyuruhnya makan dan tidur beberapa jam di tempat yang lebih nyaman. Rio menolak, merasa tidak pantas pergi sementara Kiran masih dirawat.
"Dia tidak meminta kamu menghukum diri," kata Antoni.
Rio tidak menjawab. Ia tahu ayahnya benar, tetapi rasa bersalah membuat setiap istirahat terasa seperti pengkhianatan.
Banyu mendekat. "Kiran minta kita hadir. Bukan pingsan di lorong."
Kata-kata itu membuat Rio tertawa getir. Ia menerima makanan dari Naya dan makan perlahan. Antoni mengurus jadwal direktur melalui wakil yang sudah ada. Rio tidak perlu memeriksa rapat atau telepon operasional.
***
Setelah beristirahat, Rio berbicara dengan Rama. Ia mengatakan ia perlu mundur dari tindakan klinis yang berkaitan langsung dengan Kiran dan meminta tim memastikan seluruh keputusan tetap dipegang dokter yang bertanggung jawab. Rama menyetujui pengaturan itu. Mereka tidak membahas masa depan jauh; yang penting saat ini adalah batas profesional.
Rio juga menyebutkan ia mulai takut kembali melakukan operasi. Rama tidak memaksa ia memutuskan. Ia mengatakan akan ada pembicaraan terpisah jika Rio ingin mengevaluasi kesiapan setelah keadaan Kiran stabil. Rio berterima kasih.
Ketika Rio kembali ke ruang tunggu, Bella sedang membaca pesan dari rekan kerja. Ia mengabarkan Kiran sedang dirawat tanpa membagikan diagnosis atau detail. Rio menyetujui cara itu.
Kiran sempat sadar dan meminta Banyu menyampaikan bahwa ia ingin berbicara dengan Rio, tetapi hanya sebentar. Rio masuk dan duduk. Kiran bertanya apakah Rio sudah makan. Rio menjawab sudah, atas desakan semua orang.
"Bagus. Kamu juga harus dijaga."
Rio menahan air mata. Ia bertanya apakah Kiran ingin ia tetap di sana. Kiran meminta ia duduk tanpa banyak bicara. Mereka diam beberapa menit.
Sebelum Kiran tertidur, ia berkata, "Kalau nanti kamu tidak bisa operasi, itu bukan karena kamu kurang mencintai pasien."
Rio mengangguk. "Aku akan ingat."
Ia keluar dengan berat hati, tetapi tidak memaksa tinggal. Di lorong, Renaldy menepuk bahunya. Rio membiarkan dirinya bersandar sebentar. Ia mulai memahami bantuan bukan tanda kelemahan. Menjaga diri sendiri mungkin kelak menjadi satu-satunya cara ia tetap berguna bagi orang lain.
Hari itu belum memberi kabar baik atau buruk yang final. Hanya sebuah batas baru yang mulai Rio akui: ia juga punya kemampuan yang dapat terguncang, dan ia perlu meminta bantuan sebelum mengambil keputusan yang menyangkut orang lain.
Rio menerima tawaran cuti singkat dari Antoni. Ia tidak ingin meninggalkan rumah sakit, tetapi bersedia pulang selama beberapa jam untuk tidur. Naya mengantarnya. Di perjalanan ia meminta Naya menceritakan sesuatu yang biasa, bukan kabar dari rumah sakit.
Naya bercerita tentang Antoni yang membeli tanaman baru tanpa tahu cara merawatnya. Rio tertawa pendek. Suara itu membuatnya terkejut, lalu merasa bersalah. Naya berkata tawa tidak membatalkan cintanya kepada Kiran.
***
Di rumah, Rio tidur sebentar dan bangun dengan perasaan hampa. Ia mandi, makan, lalu kembali. Ia meminta Antoni mengurus beberapa keputusan direktur yang bisa menunggu. Antoni berkata ia sudah melakukannya.
Rio berterima kasih, tetapi berkata ia tidak ingin semua orang menanggung tugasnya. Antoni menjawab ia sedang mengatur pembagian yang wajar. Rumah sakit tidak bergantung pada Rio seorang.
***
Saat kembali ke rumah sakit, Banyu bercerita bahwa Kiran sempat meminta ia pulang sebentar juga. Banyu akan beristirahat dan kembali. Rio berkata ia akan menunggu. Mereka tidak berlomba siapa yang paling lama berjaga.
Bella tiba dan membawa kabar bahwa rekan kerja Kiran menghormati privasinya. Mereka tidak meminta informasi medis. Rio merasa lega. Ia mengingat saat dirinya memakai data pasien dan meminta Riky mencari tahu. Ia harus menerima bahwa perlindungan privasi bukan hal yang dapat ia abaikan hanya karena khawatir.
***
Kiran sadar dan meminta Banyu. Ia bertanya apakah Rio sudah pulang. Banyu menjawab ia pulang sebentar dan kembali. Kiran berkata bagus, ia tidak ingin Rio jatuh sakit. Banyu bertanya apakah ia mau Rio masuk. Kiran meminta waktu sendiri.
Rio menerima kabar itu dan tidak tersinggung. Ia berjalan ke kantin, duduk sendiri, lalu menulis pesan kepada Kiran bahwa ia sudah makan. Ia tidak mengirimnya karena Kiran tidak meminta kabar. Ia menyimpannya sebagai pengingat untuk tidak menjadikan perhatian alasan menghubungi terus-menerus.
***
Sore itu Prima mengatakan Kiran masih memerlukan pemantauan. Rio bertanya apakah ada keputusan yang harus dibuat. Prima menjawab belum. Rio mengucapkan terima kasih dan kembali duduk.
Ia mulai memahami bahwa rasa bersalahnya tidak akan hilang hanya dengan berjaga. Ia perlu menerima bantuan orang lain dan membiarkan Kiran memiliki waktu tanpa dirinya. Itu terasa bertentangan dengan dorongan untuk melindungi, tetapi ia mencoba menghormati pilihan Kiran.
Rio mulai memperhatikan hal-hal kecil yang dapat ia kendalikan: ia makan, tidur sebentar, dan mengikuti jadwal kunjungan. Ia meminta Antoni memberitahu bila ia mulai bekerja berlebihan.
Antoni bertanya apakah ia ingin ayahnya mengawasi. Rio menjawab ia tidak perlu diawasi, hanya diingatkan. Antoni menerima perbedaan itu.
***
Rio berkata kepada Renaldy bahwa ia malu membutuhkan bantuan. Renaldy menjawab orang lain tidak melihatnya sebagai beban. Rio mengingat bahwa Kiran pun pernah merasa demikian, dan ia tidak ingin mengulang cara yang sama pada dirinya sendiri.
Antoni meminta Rio membuat daftar tugas yang perlu diserahkan selama ia mengambil cuti singkat. Rio mencatat rapat, panggilan, dan keputusan administratif. Ia tidak menyerahkan semua tanggung jawab selamanya, hanya memastikan rumah sakit dapat berjalan tanpa dirinya.
***
Rama menerima tugas klinis yang perlu dialihkan. Rio meminta ia menghubungi direktur bila ada perubahan, bukan menunggu Rio kembali. Rama menyetujui.
***
Rio merasa lebih tenang setelah daftar selesai. Ia masih cemas tentang Kiran, tetapi tidak perlu memikirkan jadwal rumah sakit setiap menit.
Rio meminta Naya menyampaikan kepada Antoni bahwa ia ingin cuti satu hari dari rapat. Ia tidak meminta ayahnya menutup rumah sakit, hanya mengganti agenda yang tidak mendesak.
Antoni menyetujui dan mengingatkan Rio bahwa ia boleh kembali bekerja saat siap. Rio merasa lega karena ia dapat meminta waktu tanpa dianggap mengabaikan tanggung jawab.
=