Antoni, Naya, Prima, Banyu, Bella dan Renaldy berkumpul bergantian di ruang tunggu. Mereka tidak selalu berbicara. Terkadang Naya menyiapkan teh, Antoni menjawab panggilan dari rumah sakit, dan Banyu mengurus kabar restoran. Setiap orang memiliki tugas kecil yang membuat penantian lebih tertata.
Rio sempat berdiri hendak masuk ketika seorang perawat lewat. Prima mengingatkan bahwa Kiran sedang beristirahat. Rio kembali duduk. Ia tidak bertanya apakah perawat itu bisa membangunkannya.
"Kamu sudah berubah," kata Naya.
Rio menggeleng. "Aku baru belajar."
"Belajar juga berarti belum sempurna."
***
Bella bercerita kepada Naya tentang bagaimana Kiran membantunya keluar dari situasi berbahaya bersama Dika. Ia menjelaskan Kiran bertindak atas kehendaknya sendiri, tetapi tidak pernah meminta Bella membalas dengan rasa bersalah. Naya mendengarkan dan berkata keberanian Kiran tidak seharusnya menjadi alasan untuk membebankan tanggung jawab tambahan kepadanya.
Banyu menerima telepon dari pengelola restoran. Ia mengatur jadwal pegawai dan memastikan pekerjaan Kiran tidak diberikan kepada orang lain sebagai hukuman atau gosip. Ia menjaga privasi Kiran sesuai permintaan.
Rio berterima kasih kepada Banyu. Banyu berkata ia melakukan itu karena Kiran rekan dan sahabatnya. Rio tidak menafsirkan kalimat itu sebagai penolakan terhadap dirinya. Ia berkata ia akan memperbaiki cara mereka berkomunikasi setelah keadaan memungkinkan.
Banyu menjawab, "Nanti kita lihat. Sekarang fokus sama yang bisa kita lakukan."
***
Kiran sadar sebentar ketika Naya dan Bella berada di ruangan. Ia menyapa mereka dengan mata. Bella bercerita bahwa teman-teman di restoran mengirim salam. Naya mengatakan rumah tetap tenang dan tanaman masih disiram Antoni. Kiran menggerakkan bibir seperti ingin tertawa.
Ketika Rio masuk, Kiran terlihat lebih lelah. Ia bertanya apakah ia ingin Rio bicara. Kiran menggeleng. Rio duduk dalam diam. Ia tidak menjadikan diam itu kesempatan untuk menceritakan betapa sedihnya ia.
Sebelum keluar, Rio berkata ia akan kembali nanti jika diizinkan. Kiran mengangguk kecil. Ia tidak tahu apakah itu berarti setuju atau hanya mendengar, dan ia tidak menganggapnya sebagai janji.
Malam semakin larut. Antoni meminta Rio pulang sebentar untuk mandi dan berganti pakaian. Rio menolak sekali, lalu menerima ketika Banyu menawarkan menggantikannya. Ia pulang dengan ponsel aktif dan kembali beberapa jam kemudian.
Keluarga hadir dengan cara yang berbeda-beda. Tidak ada yang mampu mengendalikan hasil, tetapi mereka dapat menghindari membuat keadaan lebih berat dengan saling menuduh. Rio mulai menerima bahwa ia bukan satu-satunya orang yang mencintai Kiran dan bukan satu-satunya yang boleh berada di sisinya.
Antoni mengajak keluarga berbicara tentang pembagian informasi. Ia menegaskan bahwa hanya orang yang ditunjuk Kiran dan tim yang boleh menerima kabar. Rio menyatakan ia tidak akan meminta laporan dari staf yang tidak terlibat.
Naya bertanya apakah Banyu ingin berbicara dengan keluarga Kiran lainnya. Banyu menjelaskan Kiran tidak memiliki keluarga yang diketahui. Mereka tidak akan menciptakan kerabat atau menghubungi orang yang tidak pernah disebutkan Kiran.
***
Bella mengatur dengan rekan kerja agar beberapa barang Kiran tersimpan aman. Ia tidak mengumumkan kondisi atau hasil perawatan. Banyu membantu memastikan barang tersebut tidak dikirim ke kost sebelum Kiran memutuskan.
Rio menawarkan bantuan transportasi, tetapi bertanya lebih dahulu. Banyu menolak karena sudah mengatur sendiri. Rio tidak tersinggung. Ia berkata bila rencana berubah, ia siap membantu.
***
Kiran sempat sadar dan bertanya apakah barangnya masih aman. Banyu mengonfirmasi. Ia juga menyebut pintu kost telah diperbaiki. Kiran mengangguk dan meminta kuncinya disimpan oleh Banyu sampai ia dapat memutuskan apakah kembali atau pindah.
Rio masuk setelah Kiran mengizinkan. Ia menceritakan bahwa ia bekerja dari kantor direktur dan rumah sakit tetap berjalan. Kiran berkata ia tidak ingin menjadi alasan Rio meninggalkan pekerjaannya. Rio menjawab keputusannya tentang tugas bedah adalah tanggung jawabnya sendiri.
Kiran meminta Rio tidak merasa harus menjadi sempurna setelah kehilangan. Rio bertanya, "Kalau aku tidak kembali mengoperasi, apa kamu akan kecewa?"
Kiran menjawab, "Aku enggak bisa menentukan itu untuk kamu. Tapi aku enggak akan menganggap kamu gagal."
***
Rio menyimpan jawaban itu. Ia tidak meminta Kiran mengulang atau menjelaskan. Mereka berbicara tentang jadwal kunjungan dan kapan ia harus keluar agar Kiran beristirahat.
Setelah itu Rio berdiri. Ia bertanya apakah Kiran ingin ia menggenggam tangan sebelum pergi. Kiran mengangguk. Ia menggenggam sebentar dan melepaskan saat Kiran menutup mata.
***
Di lorong, Naya menyampaikan bahwa keluarga perlu istirahat bergantian. Rio setuju pulang beberapa jam lagi. Ia mulai melihat bahwa kehadiran keluarga bukan berarti semua orang harus terus berada di rumah sakit. Menghormati Kiran juga berarti menjaga diri mereka sendiri.
Naya berkata ia tidak ingin menjadikan setiap kunjungan sebagai upaya menghibur. Ia bertanya kepada Bella apa yang paling Kiran sukai dari obrolan mereka. Bella menjawab Kiran menyukai cerita sederhana dan tidak suka dikasihani.
Naya mengingat itu. Saat mengunjungi Kiran, ia bercerita tentang tanaman di rumah dan tidak mengatakan Kiran harus cepat pulang.
***
Kiran tampak mendengarkan. Naya bertanya apakah ia ingin berhenti. Kiran mengangguk, dan Naya berhenti berbicara. Ia kemudian keluar tanpa merasa kecewa.
Rio melihatnya dan memahami dukungan bisa berarti menemani, atau justru diam dan pergi ketika diminta.
Naya bertanya kepada Banyu apakah ia membutuhkan tempat tidur untuk beberapa jam. Banyu menerima tawaran itu. Ia tidak merasa harus berada di rumah sakit setiap saat.
***
Rio mengantar Banyu sampai kendaraan dan bertanya kapan ia kembali. Banyu berkata ia akan menghubungi saat bangun. Rio tidak meminta ia memberi kabar setiap jam.
***
Mereka mulai menjaga diri secara bergiliran. Kiran tidak meminta orang-orangnya menjadi penjaga tanpa batas; ia hanya ingin mereka hadir saat bisa dan jujur saat lelah.
Banyu dan Bella mengatur giliran istirahat tanpa meminta Rio menjadi pengawas. Rio menerima jadwal yang mereka buat dan tidak mengubahnya.
***
Saat salah satu dari mereka pulang, orang lain tetap berada di ruang tunggu. Kiran tidak perlu dijaga oleh satu orang saja, dan mereka tidak perlu membuktikan kasih dengan kelelahan.
=