Menjelang siang, Kiran kembali sadar. Ia meminta Bella dan Banyu masuk bergantian. Kepada Bella, ia bertanya apakah temannya sudah makan. Bella berkata sudah, lalu bercerita tentang hal-hal kecil di restoran. Kiran meminta Bella jangan berhenti menjalani hidupnya hanya karena rasa bersalah.
"Aku enggak mau kamu menyimpan kejadian itu sebagai kesalahanmu," kata Kiran.
Bella mengangguk. "Aku akan mencoba. Kamu juga jangan terus menyalahkan dirimu karena dulu enggak cerita."
Kiran tersenyum tipis. Mereka tidak dapat menghapus masa lalu, tetapi bisa berhenti menambah hukuman baru.
Banyu masuk setelah Bella keluar. Kiran memintanya memastikan barang-barangnya di kost tetap aman. Ia juga meminta Banyu memberitahu pemilik rumah bahwa ia belum tahu kapan pulang.
"Kalau nanti kamu mau pindah, gue bantu. Kalau mau balik, gue juga bantu," jawab Banyu.
Kiran mengangguk. Ia tidak ingin membuat keputusan besar saat ini. Banyu tidak memaksanya.
***
Rio masuk setelah diminta. Kiran berkata ia ingin ia membawa satu barang dari kost: buku catatan yang ada di laci. Namun ia tidak ingin Rio membukanya. Rio berjanji hanya mengambil dan menyerahkan.
"Buku itu punya hal-hal yang aku tulis waktu kita enggak bicara," kata Kiran. "Mungkin nanti aku ingin membacanya sendiri."
"Aku enggak akan membukanya."
Kiran bertanya apakah Rio takut pulang ke rumah sakit setelah ia keluar nanti. Rio jujur bahwa ia belum tahu. Ia merasa takut, tetapi tidak ingin membebankan itu kepada Kiran. Kiran berkata ia boleh merasa takut dan mencari bantuan.
"Kamu selalu pikir harus mengatasi semuanya sendiri," ucapnya.
Rio mengangguk. "Aku sedang belajar."
Kiran menatapnya lama. "Kalau kamu pulang nanti, makan dan tidur. Jangan tunggu di sini sampai tubuhmu sakit."
Rio berkata ia akan mencoba. Kiran mengingatkan lagi agar ia tidak membuat janji yang tidak bisa ia jaga. Rio mengoreksi, "Aku akan minta orang lain mengingatkan kalau aku lupa."
Kiran menerima jawaban itu.
Prima datang untuk memeriksa dan meminta waktu. Rio keluar. Di lorong, ia menyampaikan kepada Banyu tentang buku catatan yang diminta Kiran. Banyu menawarkan diri mengambilnya agar Rio tidak menggunakan akses pribadi tanpa izin. Rio menyetujui.
Banyu pergi ke kost dengan daftar barang dari Kiran. Buku itu ia bungkus tanpa membukanya dan menyerahkannya kepada perawat untuk diberikan. Ketika buku tiba, Kiran memegang sampulnya sebentar lalu meminta disimpan.
Pesan untuk pulang itu sederhana, tetapi membuat Rio sadar bahwa Kiran masih memikirkan orang-orang yang ia cintai. Ia tidak ingin kasih sayang Kiran menjadi beban. Ia akan mencoba mendengar, bukan mengubah setiap kata menjadi perpisahan.
Banyu masuk setelah Rio keluar. Ia duduk di samping ranjang dan bertanya apakah Kiran ingin ia menceritakan kabar restoran. Kiran mengangguk. Banyu berkata Fahri salah menghitung persediaan dan akhirnya harus meminta bantuan dari dapur lain. Ia menceritakan semuanya dengan nada biasa, seperti saat mereka menutup toko.
Kiran tampak tersenyum. Banyu bertanya apakah ia ingin mendengar lebih banyak atau berhenti. Kiran menutup mata. Banyu berhenti dan duduk tenang.
***
Bella menggantikan Banyu. Ia meminta izin mengatur selimut dan Kiran mengangguk. Bella berkata ia sudah berhenti menyalahkan diri atas kejadian lama, meski masih butuh waktu. Kiran menggerakkan jari dan Bella berkata ia mengerti.
"Aku akan belajar hidup tanpa membuatmu jadi alasan untuk bersedih," ujar Bella. "Tapi aku juga akan tetap merindukanmu."
Kiran membuka mata sejenak. Bella tersenyum sambil menangis. Ia tidak mengucapkan janji bahwa mereka akan bertemu lagi di restoran. Ia hanya mengatakan terima kasih atas persahabatan mereka.
***
Rio datang dan melihat Bella di luar. Ia bertanya apakah Kiran ingin ia masuk. Bella menjawab Kiran meminta Rio. Rio masuk, duduk, dan menunggu Kiran membuka mata.
Kiran melihatnya, lalu berkata bahwa ia ingin Rio menjaga dirinya. Rio menjawab ia akan meminta bantuan bila perlu. Kiran bertanya apakah ia akan pergi ke makamnya suatu hari. Rio menjawab ia tidak tahu, tetapi ia akan mengingatnya dengan jujur.
Kiran berkata, "Jangan cuma mengingat bagian yang bikin kamu merasa bersalah."
Rio mengangguk. Ia akan mengingat tawa, perdebatan, dan hal-hal kecil. Kiran menutup mata. Rio menahan genggamannya sampai Kiran meminta ia melepaskan. Ia kemudian keluar.
***
Banyu duduk bersama Rio. Ia berkata Kiran meminta agar Rio tidak menyalahkan dirinya. Rio menjawab ia akan mencoba, meski belum tahu bagaimana. Banyu berkata ia juga tidak tahu bagaimana menghadapi kemungkinan kehilangan sahabatnya.
Mereka tidak saling menghibur dengan kalimat pasti. Mereka mengakui takut, lalu diam.
Malam itu, Kiran beristirahat. Tim memantau keadaannya dan memberi keluarga pembaruan sesuai waktu. Rio tetap di rumah sakit, tetapi ia tidak memaksa berjaga di depan kamar. Ia tidur sebentar di kursi setelah Naya memastikan ia makan.
Rio meminta Banyu menunjukkan pesan kerja yang dikirim Kiran. Ia membaca bahwa Kiran mengucapkan terima kasih dan belum tahu kapan kembali. Rio berkata ia tidak akan menggunakan pesan itu untuk menjanjikan pekerjaan tetap jika ia tidak punya kewenangan.
Banyu menjelaskan restoran akan mengatur jadwal sesuai kebutuhan dan kemampuan. Mereka tidak akan membuat keputusan tentang pekerjaan Kiran tanpa berbicara dengannya.
***
Rio mengagumi cara Banyu menjaga batas. Ia berkata ia berharap bisa melakukan itu sejak lama. Banyu menjawab yang penting sekarang ia tidak mengulangi kesalahan. Rio menerima tanpa meminta pujian.
Bella menyimpan ponsel Kiran sesuai permintaannya. Ia tidak membuka pesan pribadi atau membaca notifikasi. Jika ada panggilan masuk, ia akan bertanya kepada Banyu sebelum menjawab.
***
Rio berkata ia dapat membantu mengisi daya, tetapi Bella mengurusnya sesuai izin Kiran. Mereka menjaga barang-barang Kiran tanpa melanggar privasi.
***
Saat Kiran sadar, Bella memberitahu bahwa ponselnya aman. Kiran mengangguk. Ia tidak perlu khawatir pesan-pesannya dibaca orang lain.
Bella meminta izin menyimpan pesan rekan kerja di dalam tas Kiran. Kiran mengangguk. Bella tidak membuka satu per satu, hanya memastikan semua kartu tersimpan aman.
***
Kiran bertanya apakah ia boleh membacanya nanti. Bella menjawab tentu. Ia tidak perlu menjawab sekarang.
=