Setelah beberapa jam kemudian, kini mobil yang membawa mereka kedalam lapangan sudah kembali dengan dipenuhi tandanan buah sawit yang tersusun rapi didalam mobil itu.
Buyung masuk kedalam koperasi tersebut dan mengambil sebotol minuman untuk nya.
Dia duduk disebuah karung beras dan sambil sibuk menulis sesuatu di kertas tersebut.
Tidak berapa lama kemudian kini laki-laki yang bernama Arifin juga datang menemui Buyung kedalam koperasi.
" Yung...."
" mana Sp mu??"
" coba lihat punyaku, apa ini sudah pas?" kata Arifin
" minum dulu minum" kata Buyung menawari Arifin untuk minum.
" iya nantilah itu,,,"
" lihatlah dulu ini" kata Arifin
" udah nya..."
" udah pas itu" kata Buyung
" terus kemana lagi ini??" kata Arifin
" kamu tandatangani disini,"
" setelah itu kamu kasih di tandatangani oleh pak.ass terus itu kasih ke supir yang kau ikutin tadi." kata Buyung
" Hanya itu saja??" kata Arifin
" iya..." kata Buyung
" entengnya rupanya" kata Arifin pergi
" tunggu dulu, bawa sekalian milik ku."
" tolong tandatangani ini kepada pak.ass" kata Buyung.
" dimana pak.ass" kata Arifin
" ada dikantor" kamu Buyung
tidak berapa lama kemudian, kini Arifin kembali lagi ke dalam koperasi.
" Yung...."
" dimana disini tempat kita untuk mendapatkan jaringan." kata Arifin
karena memang perkebunan tersebut sangat jauh ke pedalaman membuat akses jaringan sangat sulit untuk ditemukan.
" ada di atas sana, tapi jauh Pin" kata Buyung
" untuk apa???"
" disini dapat kok jaringan, itu dibalik pintu itu" kata Kak Dewi
" iya...."
" tapi ponsel mu harus kau letakkan disana terus, jangan kau sentuh atau ambil, nanti jika bergeser hp mu bisa kehilangan jaringan lagi" kata Buyung
" gak apa-apalah, dari pada harus keatas sana" kata Arifin berjalan kearah balik pintu.
saat dia membuka pintu tersebut dia melihat dua ponsel sudah berjejer disana yaitu ponsel milik Dewi dan juga Mira.
saat Arifin ingin meletakkan ponselnya disana, dia tidak sengaja menyenggol ponsel milik Mira akibatnya ponsel Mira terjatuh dan terbanting kelantai dengan kuat.
" kenapa kamu malah menjatuhkan ponselku??" kata Mira
" aku ngk sengaja" jawab Arifin asal
" ngk sengaja kamu bilang, alasan mu nya itu" kata Mira mengambil ponsel miliknya kembali dari lantai.
" alllaaaahh...."
" ponsel murahan gitu pun" kata Arifin
" biarkan saja, yang penting bisa SMS dan nelpon itu sudah cukup"
" buat apa punya ponsel mahal tapi ngk berfungsi." kata Mira
" untuk pajangan lah" kata Arifin
" untuk pajangan, tapi buktinya kamu lagi cari-cari jaringan." kata Mira
" terserah ku, kenapa jadi kamu yang sewot." kata Arifin
" isss...."
" ngk sempat lah yah..." kata Mira
" ih....ih..."
" gaya nya itu, sok cantik aja" kata Arifin
" emang...."
" lagi pula masalah buat kamu, bilang aja kamu naksir" kata Mira
" hahaha....."
" naksir katamu??"
" macam tak ada lagi perempuan di dunia ini harus naksir sama mu."
" sedangkan seandainya hanya kamu saja pun perempuan yang tersisa didunia ini aku tetap tidak akan naksir pada mu" kata Arifin
" benarkah???"
" nanti kamu benaran jatuh cinta...."
" Awas loh....."
" jika itu terjadi aku akan mencampakkan mu saat itu juga" kata Mira
" laki-laki yang tidak waras bisa jatuh cinta padamu" kata Arifin
" nanti sebaliknya" kata Mira
" lihat lah, apa yang bisa dibanggakan dari dirimu."
" kamu sama saja ibaratkan kayak triplek, datar di depan dan datar di belakang" kata Arifin.
" is....."
" otaknya ini, m***m kali kau" kata Mira dengan perasaan yang sudah malu.
sementara Buyung dan kak Dewi tertawa saat Arifin mengejek Mira.