BAB-8. SEBUAH PELUKAN.
YA.
Untungnya satu kata itu hanya terucap dalam hati Merkurius. Bisa kalian bayangkan betapa berbahayanya jika ia mengucapkan kata itu keras-keras dan lancang seperti yang otaknya perintahkan. Merkurius menurunkan pandangan, menghindari tatapan Vallerie. Dan sialnya… itu justru tertuju pada dua buah gundukan yang menonjol dari baju Vallerie. Mereka seolah ingin menyapanya. Hmmm… atau justru mengejek Merkurius dengan terang-terangan?
“Aku bercanda.” Vallerie terkikik. “Tapi aku memang cantik, kan?” ia lalu bangkit, mengulurkan tangan untuk membantu Merkurius dari situasi berbahaya dan imajinasi liarnya. “Sepertinya kamu lelah. Aku akan membersihkan semua ini.”
“Tidak. Biar aku saja.”
“Sekali ini saja, tolong dengarkan aku.”
“Aku baik-baik saja, Vall.”
“Aku akan membantumu.”
Merkurius mengalah. Memangnya sejak kapan dia berhasil memenangkan perdebatan dengan Vallerie? Tidak pernah.
Keduanya lalu sibuk membersihkan kekacauan yang diakibatkan oleh jantung Merkurius. Dapur rumah mendadak kacau balau karena kejadian itu. Merkurius menghela napas dalam-dalam. Dia adalah seorang pria dewasa yang pernah beberapa kali jatuh dengan dengan wanita. Mengapa kali ini dia tidak bisa mengendalikan diri? Sesulit itukah menghadapi Vallerie?
Satu jam berlalu. Mereka akhirnya selesai. Vallerie duduk di ruang keluarga. Tempat itu berada di lantai satu, tak jauh dari dapur bersih. Ia mengambil remote TV, memilih film yang disukainya dan duduk dengan tenang sembari menunggu Merkurius yang sedang mengambil minum.
“Apa kamu lelah?”
“Lumayan.”
“Aku sudah bilang, jangan membantu. Dasar bebal!”
“Aku senang melakukannya. Sudah berhari-hari aku hanya terbaring di rumah sakit. Lalu melakukan terapi. Kurasa ini cukup menghiburku. Aku bosan hanya diam dan berbaring saja.”
“Dokter mengatakan kalau kamu tidak boleh kelelahan.”
“Tapi mereka juga bilang kalau aku tidak boleh hanya diam. Aku harus melatih ototku agar tidak kaku. Ngomong-ngomong, aku baru tahu kamu punya rumah ini. Bagus.”
Sebuah senyum simpul muncul di wajah Merkurius. “Kamu suka?”
baca selengkapnya di
K
A
R
Y
A
K
A
R
S
A