BAB-9. VENUS.
Vallerie menatap ponsel sesaat setelah berhasil mendapatkan kesadarannya. Ia kembali menguap, untuk ketiga kali persisnya. Waktu menunjukkan pukul 23.05 Wib. Ia menguap lagi. Empat kali. “Sekali lagi, kamu berhak menerima hadiah gelas., Vall.” Katanya pada diri sendiri.
Tiga jam sudah dia tertidur. Vallerie ingat terakhir kali dia memeriksa jam. Waktu itu masih pukul 19.56 Wib. Jadi kalau dihitung dia memang sudah tidur selama tiga jam lamanya. Ia melewatkan makan malam karena terlalu banyak makan camilan. Kini perutnya berbunyi nyaring. Lapar.
Setelah meregangkan tubuhnya, Vallerie turun dari ranjang. Ia berniat memakan apa saja yang ada di kulkas. Kali ini dia tidak akan lagi peduli dengan beran badannya. Setelah melahirkan, Vallerie bisa kembali menjalani diet untuk mengembalikan bentuk tubuh lamanya.
Sesampainya di lantai 1, Vallerie membuka kulkas. Kondisi kulkas masih sama seperti terakhir dia melihatnya. Dalam benaknya muncul sebuah pertanyaan, apakah Merkurius belum makam? Hal itu cukup mengganggunya. Ia urung mengisi perut dan kembali menutup kulkas. Vallerie bergegas kembali ke lantai 2 untuk memeriksa kamar Merkurius. Smart door terbuka setelah ia menekan beberapa angka di ganggang pintu. “Mer… apa kamu sudah tidur?”
Tidak ada jawaban.
“Aku masuk, ya.” Dengan langkah pelan ia mendekati ranjang Merkurius. Vallerie melihat sebuah jemari lentik muncul di bawah selimut. Ia mengerutkan kening, itu bukan jari Merkurius. Sepertinya milik seorang gadis. Mungkinkah?
baca selengkapnya di
K
A
R
Y
A
K
A
R
S
A